Pakar Kesehatan Lingkungan Unair: Jasad Dijadikan Kompos Berisiko Tularkan Penyakit

Jum'at, 18 November 2022 - 13:01 WIB
Dia melanjutkan, dalam penanganan jasad terinfeksi COVID-19, tingkat penularannya tinggi. Yakni, jasad tersebut harus dikubur sedalam 3 meter atau lebih, serta tidak berada di sekitar sumber air.

Baca: Jenazah Manusia Bisa Dijadikan Pupuk Kompos Mulai 2027 di California

“Itu baru satu penyakit, penyakit lain banyak seperti HIV/AIDS dan antraks. Itu bisa menularkan pada tanaman di atasnya. Terus beberapa ayam (burung unta) yang memakan di situ seperti biji-bijian, itu ada antraksnya. Walaupun dia tidak terkena antraks, tapi DNA-nya ada,” jelasnya.

Menurut Prof Ririh, negara seperti Colorado kemungkinan memiliki budaya dan kondisi lingkungan yang mendukung legalisasi metode pengomposan manusia.

“Jadi, mungkin hal semacam itu (pengomposan manusia) biasa di sana. Dan, di sana tanahnya kan kering, jadi tidak banyak ini,” tukasnya.
(san)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!