Profil Iptu Danny Arief, Anak Mantan Kapolri yang Garang Tindak Koboi Fortuner Berpelat Bodong
Jum'at, 18 November 2022 - 05:59 WIB
Sosoknya yang menginspirasi membuatnya memiliki banyak followers di media sosial Instagram. Sebab, perwira polisi yang mencecar pengemudi ambulans relawan partai politik diPuncak, Bogor, Jawa Barat viral di media sosial.
Aksi Danny terjadi setelah ambulans menerobos rekayasa lalu lintas tersebut sambil menyalakan sirine pada Sabtu 7 Mei 2022 sekira pukul 13.00 WIB.
Polisi yang melakukan proses rekayasa lalu lintas satu arah atau one way menuju Jakarta lantas menghampiri ambulans itu. Baca juga: Profil Kompol Ade Rosa, Pengungkap Kasus Pembunuhan Hakim Agung hingga Nasrudin Zulkarnaen
Awalnya,polisiingin membantu agar bisa memprioritaskanambulanstersebut lewat.Namun, saat ditanya polisi, sopir malah bertele-tele.Sopir hanya mengaku ingin pergi ke rumah sakit, akan tetapi tidak jelas rumah sakit mana yang hendak dituju.
Tentu hal ini membuatpolisicuriga. Saat diperiksapolisi, ternyataambulansitu tidak membawa pasien, melainkan membawa wisatawan. Di dalamambulansitu terdapat delapan penumpang yang diduga hendak pergi liburan kePuncak.
Mereka di antaranya tiga wanita, dua anak kecil, dua remaja dan satu pria dewasa. Selain membawa penumpang wisatawan,ambulanstersebut juga tidak membawa surat-surat kendaraan.Polisi kemudian menyita rotator, strobo, dan mengamankan mobilambulans.
Aksi Danny terjadi setelah ambulans menerobos rekayasa lalu lintas tersebut sambil menyalakan sirine pada Sabtu 7 Mei 2022 sekira pukul 13.00 WIB.
Polisi yang melakukan proses rekayasa lalu lintas satu arah atau one way menuju Jakarta lantas menghampiri ambulans itu. Baca juga: Profil Kompol Ade Rosa, Pengungkap Kasus Pembunuhan Hakim Agung hingga Nasrudin Zulkarnaen
Awalnya,polisiingin membantu agar bisa memprioritaskanambulanstersebut lewat.Namun, saat ditanya polisi, sopir malah bertele-tele.Sopir hanya mengaku ingin pergi ke rumah sakit, akan tetapi tidak jelas rumah sakit mana yang hendak dituju.
Tentu hal ini membuatpolisicuriga. Saat diperiksapolisi, ternyataambulansitu tidak membawa pasien, melainkan membawa wisatawan. Di dalamambulansitu terdapat delapan penumpang yang diduga hendak pergi liburan kePuncak.
Mereka di antaranya tiga wanita, dua anak kecil, dua remaja dan satu pria dewasa. Selain membawa penumpang wisatawan,ambulanstersebut juga tidak membawa surat-surat kendaraan.Polisi kemudian menyita rotator, strobo, dan mengamankan mobilambulans.
Lihat Juga :