Siswi SMKN 3 Tangsel Ngaku Dibully Guru, Pihak Sekolah Minta Maaf
Rabu, 16 November 2022 - 01:29 WIB
P2TP2A telah mendatangi sekolah dan mengonfirmasi soal aduan orang tua AN. Ketiga guru pun turut dimintai keterangan. Mediasi sempat dijalankan antara pihak sekolah dengan orang tua siswi. Namun, salah satu permintaan orang tua tak disanggupi pihak sekolah hingga kasus ini pun terancam masuk ranah hukum.
Dikonfirmasi terpisah, pihak SMKN 3 menganggap apa yang dilaporkan soal bullying verbal terhadap siswi AN terlalu berlebihan. Saat kejadian, oknum guru di ruangan hanya menegur serta mengingatkan agar AN tak mencontoh perilaku yang pernah disampaikan orang tuanya saat ada kunjungan home visit wali kelas.
"Dari guru memang ada perkataan yang katanya disampaikan apa namanya, nikah muda misalnya begitu kan. Dia mengambil contoh karena ketika home visit, si ibunya itu cerita bahwa kakak-kakaknya (AN) itu nikah muda. Kemudian si guru tersebut bilang, nah kamu itu jangan seperti itu nikah muda, kamu bisa membanggakan orang tua lebih dari kakak kamu. Nah mungkin dari anaknya itu hanya mengambil sepotongnya itu, bahwa nikah muda, seolah sekolah masuk ke ranah keluarga," kata Wakil Kepala Sekolah SMKN 3 Bidang Kesiswaan, Toni.
Pemanggilan oleh guru terhadap AN saat kejadian, dilatarbelakangi ketidakhadirannya di sekolah pada beberapa waktu. AN beralasan sakit. Namun, kata Toni, saat guru datang membesuk ke rumah tampak AN terlihat baik-baik saja.
"Kalau di keterangannya sakit, tetapi ketika kita jenguk, ketika kita home visit ke rumahnya memang baik-baik saja tidak ada masalah. Kita juga sering komunikasi dengan orang tuanya, kita coba sampaikan ke orang tuanya terkait perkembangan anak, permasalahan anak di sekolah. Tapi tidak ada respons dari orang tua," paparnya.
Dikonfirmasi terpisah, pihak SMKN 3 menganggap apa yang dilaporkan soal bullying verbal terhadap siswi AN terlalu berlebihan. Saat kejadian, oknum guru di ruangan hanya menegur serta mengingatkan agar AN tak mencontoh perilaku yang pernah disampaikan orang tuanya saat ada kunjungan home visit wali kelas.
"Dari guru memang ada perkataan yang katanya disampaikan apa namanya, nikah muda misalnya begitu kan. Dia mengambil contoh karena ketika home visit, si ibunya itu cerita bahwa kakak-kakaknya (AN) itu nikah muda. Kemudian si guru tersebut bilang, nah kamu itu jangan seperti itu nikah muda, kamu bisa membanggakan orang tua lebih dari kakak kamu. Nah mungkin dari anaknya itu hanya mengambil sepotongnya itu, bahwa nikah muda, seolah sekolah masuk ke ranah keluarga," kata Wakil Kepala Sekolah SMKN 3 Bidang Kesiswaan, Toni.
Pemanggilan oleh guru terhadap AN saat kejadian, dilatarbelakangi ketidakhadirannya di sekolah pada beberapa waktu. AN beralasan sakit. Namun, kata Toni, saat guru datang membesuk ke rumah tampak AN terlihat baik-baik saja.
"Kalau di keterangannya sakit, tetapi ketika kita jenguk, ketika kita home visit ke rumahnya memang baik-baik saja tidak ada masalah. Kita juga sering komunikasi dengan orang tuanya, kita coba sampaikan ke orang tuanya terkait perkembangan anak, permasalahan anak di sekolah. Tapi tidak ada respons dari orang tua," paparnya.
Lihat Juga :