Pulau Serangan Jadi Lokasi Bio-Energetic Architecture di G20 Bali
Senin, 14 November 2022 - 04:27 WIB
Di Bio-Energetic Architecture ini dikembangkan sebuah bangunan bio-living hibrida dengan struktur atap, dinding, dan lantai yang terbuat dari basalt, bubur kertas daur ulang, dan diperkuat oleh bio-epoksi alami.
Bahan-bahan tersebut membentuk sebuah struktur hibrida yang kuat, dengan 2,5 kali lebih kuat dari baja paduan dan 1,5 kali kekuatan serat kaca. Basalt 4 kali lebih ringan dari baja, namun 2,5 kali lebih kuat.
Baca juga: G20 Momentum Tepat Bangkitkan Pariwisata Indonesia
Pameran ini juga menampilkan beberapa contoh bahan-bahan limbah pertanian yang digunakan untuk industri bangunan, serta panel surya terbuat dari limbah papaya dan furnitur dari jagung.
Bahan-bahan tersebut membentuk sebuah struktur hibrida yang kuat, dengan 2,5 kali lebih kuat dari baja paduan dan 1,5 kali kekuatan serat kaca. Basalt 4 kali lebih ringan dari baja, namun 2,5 kali lebih kuat.
Baca juga: G20 Momentum Tepat Bangkitkan Pariwisata Indonesia
Pameran ini juga menampilkan beberapa contoh bahan-bahan limbah pertanian yang digunakan untuk industri bangunan, serta panel surya terbuat dari limbah papaya dan furnitur dari jagung.
(shf)
Lihat Juga :