Covid-19 Masih Ancaman, Pemkot Depok Batasi Fasilitas Olahraga Hanya untuk Latihan
Rabu, 08 Juli 2020 - 09:42 WIB
Kebijakan itu dilakukan Idris guna mencegah banyaknya kerumunan orang yang bisa menjadi media penularan Covid-19. Apalagi hingga Selasa (7/7/2020) Tim Gugus Tugas Kota Depok masih mencatat terdapat 838 pasien terkonfirmasi positif, 599 sembuh, dan 36 meningggal.
Sementara ODP tercatat total 4.186 kasus yang 3.575 kasus di antaranya selesai pemantauan, dan 611 lainnya masih dalam pemantauan. Sementara catatan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 1.604 orang, yang 1.355 di antaranya telah selesai dan 249 lainnya masih dalam pengawasan. Sedangkan Oorang Tanpoa Gejala (OTG) tercatat 2.604 orang di mana 2.073 orang sudah selesai dipantau dan 531 lainnya masih dalam pemantauan.
Meski begitu, Depok termasuk kota yang mampu mengendalikan penyebaran Covid-19. Terbukti, angka kasus-kasus barunya di sejumlah kelurahan tidak terlalu signifikan. Bahkan, ada 12 dari 63 kelurahan di Depok juga sempat nihil dari kasus konfirmasi positif dalam dua hari terakhir. Begitu juga tingkat kesembuhannya sudah mencapai 71%.
Status Depok di provinsi saat ini masuk zona kuning, sementara di pusat masuk zona oranye. Tentunya, kami akan terus berupaya untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19, kata Idris.
Dalam konteks itu, Pemkot Depok akan mengoptimalkan peran Kampung Siaga Covid-19 berbasis RW yang dikendalikan oleh lurah dan camat dalam melakukan pemantauan. Apalagi, saat ini Kota Depok masih menerapkan Pembatasan Sosial Kampung Siaga (PSKS) di tingkat RW. Penerapan tersebut sangat efektif menekan penyebaran Covid-19 di Kota Depok.
Sementara ODP tercatat total 4.186 kasus yang 3.575 kasus di antaranya selesai pemantauan, dan 611 lainnya masih dalam pemantauan. Sementara catatan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 1.604 orang, yang 1.355 di antaranya telah selesai dan 249 lainnya masih dalam pengawasan. Sedangkan Oorang Tanpoa Gejala (OTG) tercatat 2.604 orang di mana 2.073 orang sudah selesai dipantau dan 531 lainnya masih dalam pemantauan.
Meski begitu, Depok termasuk kota yang mampu mengendalikan penyebaran Covid-19. Terbukti, angka kasus-kasus barunya di sejumlah kelurahan tidak terlalu signifikan. Bahkan, ada 12 dari 63 kelurahan di Depok juga sempat nihil dari kasus konfirmasi positif dalam dua hari terakhir. Begitu juga tingkat kesembuhannya sudah mencapai 71%.
Status Depok di provinsi saat ini masuk zona kuning, sementara di pusat masuk zona oranye. Tentunya, kami akan terus berupaya untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19, kata Idris.
Dalam konteks itu, Pemkot Depok akan mengoptimalkan peran Kampung Siaga Covid-19 berbasis RW yang dikendalikan oleh lurah dan camat dalam melakukan pemantauan. Apalagi, saat ini Kota Depok masih menerapkan Pembatasan Sosial Kampung Siaga (PSKS) di tingkat RW. Penerapan tersebut sangat efektif menekan penyebaran Covid-19 di Kota Depok.
Lihat Juga :