Delapan Kelurahan Perbatasan DIY Dinilai Timpang Secara Ekonomi dengan Jateng
Selasa, 07 Juli 2020 - 22:54 WIB
Dijelaskannya, delapan desa atau Kalurahan tersebut diantaranya adalah Kalurahan Candirejo, Kapanewon Semin, Kalurahan Sambirejo, Tancep, Kapanewon Ngawen, Kalurahan Sampang, Tegalrejo, dan Serut, Watugajah Kapanewon Gedangsari serta Kalurahan Gayamharjo Prambanan.
Semua kelurahan tersebut sangat terlihat disparitas dari kondisi fisik dan ekonomi dengan desa sebelah yang notabene masuk Jawa Tengah.
"Kita memiliki anggaran sekitar Rp6 triliun yang bisa dimanfaatkan untuk mengungkit perekonomian untuk mengejar kesenjangan itu," tandas Ketua DPD Nasdem Gunungkidul ini.
Supardjo melanjutkan, salah satu kesenjangan infrastruktur yang terjadi adalah jalan. Di sebagian besar jalan kalurahan menuju ibu kota kecamatan atau kapanewon juga harus memutar ke wilayah Jawa Tengah.
Selain itu, kondisi jalan yang masih perlu perhatian serius dari Pemda DIY maupun dari Pemkab Gunungkidul dan Sleman.
Semua kelurahan tersebut sangat terlihat disparitas dari kondisi fisik dan ekonomi dengan desa sebelah yang notabene masuk Jawa Tengah.
"Kita memiliki anggaran sekitar Rp6 triliun yang bisa dimanfaatkan untuk mengungkit perekonomian untuk mengejar kesenjangan itu," tandas Ketua DPD Nasdem Gunungkidul ini.
Supardjo melanjutkan, salah satu kesenjangan infrastruktur yang terjadi adalah jalan. Di sebagian besar jalan kalurahan menuju ibu kota kecamatan atau kapanewon juga harus memutar ke wilayah Jawa Tengah.
Selain itu, kondisi jalan yang masih perlu perhatian serius dari Pemda DIY maupun dari Pemkab Gunungkidul dan Sleman.
Lihat Juga :