Kisah Si Pitung, Jawara Betawi Pembela Rakyat Miskin yang Dibenci Penjajah Belanda
Senin, 31 Oktober 2022 - 19:13 WIB
Pitung kemudian terkenal di kalangan rakyat Betawi karena suka membantu orang tertindas. Bahkan, Pitung tak segan merampok di mana hasil rampokannya dibagikan kepada rakyat miskin.
Ketika merampok pada 1892-1893, aksi Pitung terekam dalam surat kabar Hindia Olanda. Saat itu, Si Pitung terkenal sebagai salah satu buronan kelas kakap polisi kolonial. Margreet, editor surat kabar Hindia Olanda membongkar nama asli Pitung ketika tertangkap polisi.
Nama asli Pitung adalah Salihoen. Sedangkan, nama Pitung berasal dari akronim bahasa Jawa yaitu pituan pitulung (kelompok tujuh).
Perampokan yang dilakukannya karena Pitung merasa kesal dan sakit hati ketika uang hasil berjualan kambing milik ayahnya dirampok oleh Belanda dan Tionghoa. Pitung geram kemudian melawan dan melakukan aksi perampokan.
Perampokan itu bukan yang pertama dilakukan Pitung. Dia sudah sangat sering merampok rumah tuan tanah dan membagikan hasilnya kepada warga miskin. Si Pitung dianggap pembangkang oleh Belanda sehingga membuat Belanda ingin menghabisinya. Akhirnya Si Pitung tewas karena tertembak peluru emas milik kepala kepolisian karesidenan Batavia AMV Hinne.
Ketika merampok pada 1892-1893, aksi Pitung terekam dalam surat kabar Hindia Olanda. Saat itu, Si Pitung terkenal sebagai salah satu buronan kelas kakap polisi kolonial. Margreet, editor surat kabar Hindia Olanda membongkar nama asli Pitung ketika tertangkap polisi.
Nama asli Pitung adalah Salihoen. Sedangkan, nama Pitung berasal dari akronim bahasa Jawa yaitu pituan pitulung (kelompok tujuh).
Perampokan yang dilakukannya karena Pitung merasa kesal dan sakit hati ketika uang hasil berjualan kambing milik ayahnya dirampok oleh Belanda dan Tionghoa. Pitung geram kemudian melawan dan melakukan aksi perampokan.
Perampokan itu bukan yang pertama dilakukan Pitung. Dia sudah sangat sering merampok rumah tuan tanah dan membagikan hasilnya kepada warga miskin. Si Pitung dianggap pembangkang oleh Belanda sehingga membuat Belanda ingin menghabisinya. Akhirnya Si Pitung tewas karena tertembak peluru emas milik kepala kepolisian karesidenan Batavia AMV Hinne.
Lihat Juga :