Integrasi Transportasi Massal Optimalkan Konektivitas Antarmoda di Jakarta

Sabtu, 08 Oktober 2022 - 10:34 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerapkan tarif integrasi JakLingko tiga moda transportasi maksimal Rp10.000. Foto: MPI/Refi Sandi
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta menyatakan integrasi transportasi massal merupakan kunci dalam pembangunan sustainable transport. Tujuannya untuk mengedepankan pejalan kaki dan pesepeda yang terkoneksi dengan layanan angkutan umum yang optimal bagi seluruh warga Jakarta.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, integrasi transportasi memfokuskan pada integrasi dalam lima dimensi yakni fisik, layanan, data, tiket, dan tarif. Harapannya, dengan dihadirkannya tarif integrasi transportasi ini dapat semakin mengoptimalkan konektivitas antarmoda dan memudahkan penggunanya.



Dia mencontohkan, integrasi data perjalanan nantinya digunakan untuk memberikan pemahaman kepada para operator dan pemerintah dalam mengetahui waktu-waktu tersibuk dan lokasi yang menjadi pusat aktivitas warga.

Ke depan, data perjalanan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi operator dan pemerintah untuk melakukan optimalisasi layanan angkutan umum bagi warga. Baca: Anies Tetapkan Tarif Integrasi JakLingko, 3 Transportasi Ini Bayar Cuma Rp10.000

“Semua ini dapat terwujud berkat buah pikir, arahan dan semangat dari Gubernur Anies Baswedan, Bapak Integrasi Transportasi Jakarta yang menjadi kreator integrasi," kata Syafrin dalam keterangannya dikutip, Sabtu (8/10/2022).

Untuk diketahui Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan tarif integrasi JakLingko di Halte MRT ASEAN, Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (7/10/2022) sore.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!