Kacaunya Pembagian Bansos Corona Pemprov Jabar di Tasikmalaya
Senin, 27 April 2020 - 17:02 WIB
Petugas Antar Bantuan Gojek mengembalikan barang ke Kantor Pos Gegernoong, Kecamatan Tamansari, Tasikmalaya karena adanya ketidaksesuaian NIK, Senin (27/4/2020). Foto: SINDOnews/Jani Noor
TASIKMALAYA - Bantuan sosial atas dampak pandemi virus Corona dari Pemprov Jawa Barat di Kota Tasikmalaya. Sayangnya pembagian bantuan dalam bentuk sembako dan uang tunai itu tidak semulus diperkirakan. Bahkan, pembagian sembako yang melibatkan kurir Kantor Pos dan Gojek tersebut kacau.
Penyaluran bantuan yang dilakukan sejak Jumat pekan lalu itu berakhir di Kecamatan Cibeureum dan Tamansari, Senin (27/4/2020). Selama itu pula, SINDOnews mencatat empat hal yang menjadi indikasi kacaunya pembagian bantuan dari Pemprov Jabar ini.
Keempatnya yaitu penerima bantuan yang menolak, ketidaksesuaian Nomor Induk Kependudukan (NIK), keluhan RT dan RW, serta orang meninggal yang tercatat sebagai penerima bantuan.
Di wilayah Kecamatan Tamansari, berdasarkan keterangan kurir Gojek, rata-rata permasalahan ada pada perbedaan NIK dan orang meninggal yang namanya dicantumkan sebagai penerima bansos. "Maka barangnya kami tarik lagi ke sini (Kantor Pos). Nanti katanya ke Bulog," kata kurir yang tidak mau disebutkan namanya.
Penyaluran bantuan yang dilakukan sejak Jumat pekan lalu itu berakhir di Kecamatan Cibeureum dan Tamansari, Senin (27/4/2020). Selama itu pula, SINDOnews mencatat empat hal yang menjadi indikasi kacaunya pembagian bantuan dari Pemprov Jabar ini.
Keempatnya yaitu penerima bantuan yang menolak, ketidaksesuaian Nomor Induk Kependudukan (NIK), keluhan RT dan RW, serta orang meninggal yang tercatat sebagai penerima bantuan.
Di wilayah Kecamatan Tamansari, berdasarkan keterangan kurir Gojek, rata-rata permasalahan ada pada perbedaan NIK dan orang meninggal yang namanya dicantumkan sebagai penerima bansos. "Maka barangnya kami tarik lagi ke sini (Kantor Pos). Nanti katanya ke Bulog," kata kurir yang tidak mau disebutkan namanya.
Lihat Juga :