Urus Rapid Test dan Surat Kesehatan, Penumpang Nginap Satu Malam di Bandara Soetta
Kamis, 02 Juli 2020 - 16:02 WIB
Enaknya bisa berkumpul kembali dengan keluarga di kampung. Kebetulan job di laut memang sedang sepi. Sejak Covid-19 mewabah, kapal yang boleh beroperasi hanya yang mengangkut logistik bahan makanan.
"Dari kemarin cuti ditunda-tunda terus. Apalagi job laut lagi sepi banget. Belum boleh berlayar, hanya logistik saja. Saya satpam kapal di Pelni," kata Feri.
Untuk melakukan perjalanan udara, dia menghadapi berbagai kesulitan. Terutama dalam melengkapi kebutuhan surat perjalanan seperti yang telah ditetapkan.
"Sekarang lagi ngurus rapid test dan surat kesehatan. Rapid testnya di Terminal 3 ini baru mau bikin. Bayar Rp280 ribu. SIKM belum ngurus, paling pakai surat tugas saja. Kata teman-teman bisa juga," ungkapnya. (Baca juga: Kota Bekasi Ajukan PSBB Proporsional Selama Sebulan)
Feri mengaku belum mengurus SIKM karena teman-temannya bilang ribet. Bahkan, mereka yang sudah mengurus SIKM hingga kini belum rampung.
"Dari kemarin cuti ditunda-tunda terus. Apalagi job laut lagi sepi banget. Belum boleh berlayar, hanya logistik saja. Saya satpam kapal di Pelni," kata Feri.
Untuk melakukan perjalanan udara, dia menghadapi berbagai kesulitan. Terutama dalam melengkapi kebutuhan surat perjalanan seperti yang telah ditetapkan.
"Sekarang lagi ngurus rapid test dan surat kesehatan. Rapid testnya di Terminal 3 ini baru mau bikin. Bayar Rp280 ribu. SIKM belum ngurus, paling pakai surat tugas saja. Kata teman-teman bisa juga," ungkapnya. (Baca juga: Kota Bekasi Ajukan PSBB Proporsional Selama Sebulan)
Feri mengaku belum mengurus SIKM karena teman-temannya bilang ribet. Bahkan, mereka yang sudah mengurus SIKM hingga kini belum rampung.
Lihat Juga :