Sektor Pertanian Butuh Perhatian Khusus
Senin, 12 September 2022 - 19:28 WIB
Dia membandingkan dengan kalangan buruh yang setiap tahun menuntut kenaikan UMK. "Petani ini tidak pernah demo. Walaupun penghasilannya kecil mereka akan tetap menanam karena kulturnya begitu," kata mantan Ketua DPRD Karanganyar ini.
Sumanto menambahkan, kondisi tersebut juga membuat angka kemiskinan sulit diturunkan. Dia merinci dari 19 kabupaten/kota di Jateng yang masuk kategori kemiskinan ekstrem, sebagian besar merupakan wilayah penghasil pangan seperti Kabupaten Klaten, Karanganyar, Sragen, Purworejo, dan Grobogan.
"Tanah yang loh jinawi penduduknya miskin ekstrem karena harga gabah tak dinaikkan," katanya.
Menurut Sumanto, jika harga beras dinaikkan sesuai inflasi, angka kemiskinan akan turun. Dia mengusulkan HPP gabah dinaikkan menjadi Rp 5.000 - Rp 6.000 per kilogram. Dengan begitu, penghasilan petani akan naik di rata-rata Rp 1,5 juta per bulan. Saat ini lanjutnya, harga beras di Indonesia jauh lebih murah dari sejumlah negara lain. Di Malaysia misalnya, harga beras di kisaran Rp 18 ribu - Rp 20 ribu per kilogram, di Jepang Rp 50 ribu - Rp 70 ribu, dan di Korea Selatan Rp 30 ribu per kilogram.
"Jika petani sejahtera, efeknya akan kemana-mana. UMKM dan sektor lainnya akan ikut tumbuh," ungkap Wakil Ketua Umum Kadin Jateng Bidang Pertanian dan Perkebunan ini.
Sumanto menambahkan, kondisi tersebut juga membuat angka kemiskinan sulit diturunkan. Dia merinci dari 19 kabupaten/kota di Jateng yang masuk kategori kemiskinan ekstrem, sebagian besar merupakan wilayah penghasil pangan seperti Kabupaten Klaten, Karanganyar, Sragen, Purworejo, dan Grobogan.
"Tanah yang loh jinawi penduduknya miskin ekstrem karena harga gabah tak dinaikkan," katanya.
Menurut Sumanto, jika harga beras dinaikkan sesuai inflasi, angka kemiskinan akan turun. Dia mengusulkan HPP gabah dinaikkan menjadi Rp 5.000 - Rp 6.000 per kilogram. Dengan begitu, penghasilan petani akan naik di rata-rata Rp 1,5 juta per bulan. Saat ini lanjutnya, harga beras di Indonesia jauh lebih murah dari sejumlah negara lain. Di Malaysia misalnya, harga beras di kisaran Rp 18 ribu - Rp 20 ribu per kilogram, di Jepang Rp 50 ribu - Rp 70 ribu, dan di Korea Selatan Rp 30 ribu per kilogram.
"Jika petani sejahtera, efeknya akan kemana-mana. UMKM dan sektor lainnya akan ikut tumbuh," ungkap Wakil Ketua Umum Kadin Jateng Bidang Pertanian dan Perkebunan ini.
Lihat Juga :