IAS Ungkap 2 Alasan Lomba Motor Trail Lebih Diminati di Sulsel
Minggu, 04 September 2022 - 21:18 WIB
Eks Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin sela-sela Swallow Kejurnas Grasstrack Region D Sulsel Putaran 4 dan GTX MX Celebes Series Round 1, di Sirkuit Puncak Mario, Kecamatan Mare, Kabupaten Bone, Minggu (4/9/2022). Foto/Istimewa
BONE - Tokoh masyarakat Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin (IAS) mengakui lomba balap motor jenis trail saat ini jauh lebih diterima di daerah ketimbang segmen motor lainnya. Hal ini ditegaskan Wali Kota Makassar 2004-2014 itu di sela-sela Swallow Kejurnas Grasstrack Region D Sulsel Putaran 4 dan GTX MX Celebes Series Round 1, di Sirkuit Puncak Mario, Kecamatan Mare, Kabupaten Bone, Minggu (4/9/2022).
IAS menyebut ada dua alasan mengapa balap motor trail lebih digandrungi di daerah, khususnya di Sulsel.
Baca Juga: Pertama Kalinya di Sulsel, Forkopimda Trail Hadirkan Kategori Hard Enduro
"Pertama itu karena latar belakang kehidupan masyarakat Sulsel yang dominan pertanian. Motor jenis trail ini sangat adaptif dengan kehidupan masyarakat petani. Medannya kebun dan perbukitan. Masih kurang yang berasal," kata IAS.
Alasan kedua adalah kemudahan membuat sirkuit. "Saya yakin, jika pemerintah daerah memang punya itikad, maka setiap daerah di Sulsel ini masing-masing bisa punya satu sirkuit motor trail. Membuatnya tidak semahal membuat sirkuit road race pasti," tambah IAS.
IAS mengaku sangat terkesan dengan ribuan penonton yang membeludak di sirkuit Puncak Mario. Hal serupa juga IAS jumpai saat menghadiri adventure trail di Enrekang serta kejuaraan motocross di Bantaeng, Agustus lalu.
IAS menyebut ada dua alasan mengapa balap motor trail lebih digandrungi di daerah, khususnya di Sulsel.
Baca Juga: Pertama Kalinya di Sulsel, Forkopimda Trail Hadirkan Kategori Hard Enduro
"Pertama itu karena latar belakang kehidupan masyarakat Sulsel yang dominan pertanian. Motor jenis trail ini sangat adaptif dengan kehidupan masyarakat petani. Medannya kebun dan perbukitan. Masih kurang yang berasal," kata IAS.
Alasan kedua adalah kemudahan membuat sirkuit. "Saya yakin, jika pemerintah daerah memang punya itikad, maka setiap daerah di Sulsel ini masing-masing bisa punya satu sirkuit motor trail. Membuatnya tidak semahal membuat sirkuit road race pasti," tambah IAS.
IAS mengaku sangat terkesan dengan ribuan penonton yang membeludak di sirkuit Puncak Mario. Hal serupa juga IAS jumpai saat menghadiri adventure trail di Enrekang serta kejuaraan motocross di Bantaeng, Agustus lalu.
Lihat Juga :