Pembunuhan dan Mutilasi Warga Sipil di Mimika Bermotif Perampokan Rekayasa Jual Beli Senpi
Selasa, 30 Agustus 2022 - 13:29 WIB
Pelaku pembunuhan dan mutilasi empat warga sipil di Mimika. Foto: Istimewa
TIMIKA - Pembunuhan dan mutilasi empat orang warga sipil di Mimika, Papua, ternyata bermotif perampokan dengan rekayasa pembelian senjata api senilai Rp250 juta. Sebanyak sembilan orang pelaku ditangkap dalam peristiwa ini.
Direktur Reserse dan Kriminal Polda Papua, Kombes Pol Faizal Ramadhani mengatakan, dari hasil pemeriksaan terungkap motif pembunuhan sadis tersebut murni adalah perampokan.
"Di mana modus yang digunakan para pelaku, yakni rekayasa jual beli senjata api dengan nilai Rp250 juta," paparnya, kepada wartawan, Selasa (30/8/2022).
Baca juga: 6 Anggota TNI AD Jadi Tersangka Mutilasi Warga Sipil di Mimika
Dengan modus hendak menjual senjata api, para pelaku lalu menangkap dan membunuh korban dengan keji. Tidak hanya itu, para pelaku juga memutilasi tubuh korban. Kemudian membakar mobil untuk menghilangkan jejak.
"Jadi diawali rekayasa transaksi penjualan senjata api yang dilakukan oleh para pelaku. Kemudian dari rekayasa tersebut, para pelaku menghabisi korban dan mengambil sejumlah uang senilai Rp250 juta," jelasnya.
Direktur Reserse dan Kriminal Polda Papua, Kombes Pol Faizal Ramadhani mengatakan, dari hasil pemeriksaan terungkap motif pembunuhan sadis tersebut murni adalah perampokan.
"Di mana modus yang digunakan para pelaku, yakni rekayasa jual beli senjata api dengan nilai Rp250 juta," paparnya, kepada wartawan, Selasa (30/8/2022).
Baca juga: 6 Anggota TNI AD Jadi Tersangka Mutilasi Warga Sipil di Mimika
Dengan modus hendak menjual senjata api, para pelaku lalu menangkap dan membunuh korban dengan keji. Tidak hanya itu, para pelaku juga memutilasi tubuh korban. Kemudian membakar mobil untuk menghilangkan jejak.
"Jadi diawali rekayasa transaksi penjualan senjata api yang dilakukan oleh para pelaku. Kemudian dari rekayasa tersebut, para pelaku menghabisi korban dan mengambil sejumlah uang senilai Rp250 juta," jelasnya.
Lihat Juga :