Anggota DPR dari PDIP Ini Minta Kasus Nasi Anjing Tidak Diperbesar
Senin, 27 April 2020 - 11:29 WIB
Arteria mengatakan, yang menjadi permasalahan adalah bagi sebagian besar masyarakat diksi anjing itu secara langsung diasosiasikan sebagai sesuatu yang tidak lazim, bahkan diharamkan untuk dimakan.
Sehingga, konteksnya tidak lagi pada konten apakah pembuatan nasi dilakukan dengan bahan halal atau tidak. Tapi, lebih pada ketidakpatutan pemberian label pada bantuan makanan yang hendak diberikan dan dimakan oleh masyarakat.
"Saya berharap kejadian ini tidak perlu diperbesar dan dijadikan polemik, namun hal ini harus menjadi pembelajaran bagi donatur yang hendak memberikan bantuan. Membantu tidak sekadar memberi bantuan, namun cara, etika, dan kepatutan pun harus diperhatikan. Lakukan klarifikasi dengan baik tanpa perlu memberikan justifikasi," ujarnya.
Sehingga, konteksnya tidak lagi pada konten apakah pembuatan nasi dilakukan dengan bahan halal atau tidak. Tapi, lebih pada ketidakpatutan pemberian label pada bantuan makanan yang hendak diberikan dan dimakan oleh masyarakat.
"Saya berharap kejadian ini tidak perlu diperbesar dan dijadikan polemik, namun hal ini harus menjadi pembelajaran bagi donatur yang hendak memberikan bantuan. Membantu tidak sekadar memberi bantuan, namun cara, etika, dan kepatutan pun harus diperhatikan. Lakukan klarifikasi dengan baik tanpa perlu memberikan justifikasi," ujarnya.
(jon)
Lihat Juga :