UNM PTN Terbaik Kedua di Indonesia Bidang Seni dan Humaniora Versi SIR 2022
Senin, 15 Agustus 2022 - 12:31 WIB
UNM menempati urutan kedua terbaik bidang Seni dan Humaniora bersi SIR 2022. Foto/Istimewa
MAKASSAR - Dalam pemeringkatan terbaru Scimago Institutions Rankings (SIR) 2022 khususnya di bidang Art and Humanities, menempatkan Universitas Negeri Makassar ( UNM ) di urutan kedua terbaik.
Posisi pertama dari daftar PTN di Indonesia ditempati oleh Universitas Indonesia. Sementara beberapa PTN lain seperti Unhas dan UGM masing-masing berada diurutan enam dan sembilan.
Dalam pengkategorian yang dilakukan oleh SIR 2022 terdapat 29 PTN terbaik masuk ke dalam kategori Seni dan Humaniora.
Peringkat SIR 2022 diukur berdasarkan tiga kelompok indikator, yaitu 50 persen kinerja penelitian, 30 persen inovasi, dan 20 persen dampak sosial berdasarkan visibilitas di web dengan data periode lima tahun.
Baca Juga: UNM Gelar Kuliah Umum, Hadirkan Komisaris Utama PT Pelni
Kelompok indikator penelitian terdiri dari 13 persen indikator dampak normalisasi, 8 persen keunggulan kepemimpinan, output, 5 persen kepemimpinan bidang ilmiah, 3 persen bukan jurnal sendiri, 3 persen jurnal sendiri, 2 persen keunggulan, 2 persen kolaborasi internasional, 2 persen akses terbuka, dan 2 persen pangkalan talenta ilmiah.
Adapun kelompok indikator inovasi terdiri atas 10 persen pengetahuan inovatif, 10 persen paten, dan 10 persen dampak teknologi.
Posisi pertama dari daftar PTN di Indonesia ditempati oleh Universitas Indonesia. Sementara beberapa PTN lain seperti Unhas dan UGM masing-masing berada diurutan enam dan sembilan.
Dalam pengkategorian yang dilakukan oleh SIR 2022 terdapat 29 PTN terbaik masuk ke dalam kategori Seni dan Humaniora.
Peringkat SIR 2022 diukur berdasarkan tiga kelompok indikator, yaitu 50 persen kinerja penelitian, 30 persen inovasi, dan 20 persen dampak sosial berdasarkan visibilitas di web dengan data periode lima tahun.
Baca Juga: UNM Gelar Kuliah Umum, Hadirkan Komisaris Utama PT Pelni
Kelompok indikator penelitian terdiri dari 13 persen indikator dampak normalisasi, 8 persen keunggulan kepemimpinan, output, 5 persen kepemimpinan bidang ilmiah, 3 persen bukan jurnal sendiri, 3 persen jurnal sendiri, 2 persen keunggulan, 2 persen kolaborasi internasional, 2 persen akses terbuka, dan 2 persen pangkalan talenta ilmiah.
Adapun kelompok indikator inovasi terdiri atas 10 persen pengetahuan inovatif, 10 persen paten, dan 10 persen dampak teknologi.
Lihat Juga :