Pelajar Buat Drone Daur Ulang Limbah Elektronik dan Plastik

Senin, 29 Juni 2020 - 17:34 WIB
Pemuda yang masih duduk di bangku kelas XI ini, mulai mengembangkan drone setahun terakhir. Selain itu, dia juga mengembangkan pengisian daya baterai yang ditancapkan ke pohon papaya.

Menurut Azhar, drone buatannya ini digunakan sebagai server alat komunikasi di ponsel yang dikhususkan di daerah yang terjadi bencana alam atau di daerah tanpa sinyal.

Hingga saat ini Azhar masih terus menyempurnakan drone buatannya. Ke depan tidak hanya voice, namun juga akan dikembangkan bisa mengirim pesan teks dan video.

Azhar telah mendapatkan empat pesanan yang mayoritas dari kontraktor. Selain itu juga karyawan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan penanggulangan bencana. Untuk harga sendiri, Azhar mematok harga Rp1 juta hingga Rp1,5 juta untuk drone ukuran besar dengan radius jangkauan 1 kilometer (KM) dan Rp500.000 untuk drone ukuran kecil dengan radius jangkauan 20 meter.
(nth)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!