Belajar Sejarah Manusia Purba, 20 Seniman Performans Kunjungi Leang-leang
Selasa, 02 Agustus 2022 - 16:18 WIB
Peserta Temu Seni Performans saat berada di Kawasan Leang-leang, Kabupaten Maros. Foto: SINDOnews/Najmi Limonu
MAROS - 20 seniman muda yang memiliki beragam latar genre dari berbagai tempat di Indonesia berkumpul dalam Temu Seni Performans. Kegiatan ini digelar di tiga lokasi di Sulsel, Makassar-Maros-Pangkep.
Direktur Artistik Indonesia Bertutur 2022, Melati Suryodarmo mengatakan, kegiatan ini merupakan ajang silaturahmi, apresiasi, kolaborasi dan jejaring seni performans, sekaligus memperkenalkan dan menambah gaung Indonesia Bertutur 2022 di daerah cagar budaya Indonesia.
Baca juga:Sudah Siapkah Kekayaan Intelektual sebagai Jaminan Utang?
"Kegiatan temu seni ini merupakan salah satu rangkaian dari Festival Mega Event Indonesia Bertutur 2022 yang dihelat menjadi bagian dari perhelatan akbar Pertemuan Menteri-Menteri Kebudayaan G20 (G20 Ministerial Meeting on Culture) yang akan dilaksanakan di Kawasan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah pada bulan September mendatang," jelasnya, Selasa (2/8/2022).
Dia menjelaskan, program ini diadakan sebagai sarana penguatan ekosistem seniman muda, untuk memelihara keberlangsungan hidup kesenian nusantara sebagai peninggalan budaya Indonesia.
Baca juga:Presiden Jokowi Diusulkan Jadi Bapak Wayang Indonesia
Direktur Artistik Indonesia Bertutur 2022, Melati Suryodarmo mengatakan, kegiatan ini merupakan ajang silaturahmi, apresiasi, kolaborasi dan jejaring seni performans, sekaligus memperkenalkan dan menambah gaung Indonesia Bertutur 2022 di daerah cagar budaya Indonesia.
Baca juga:Sudah Siapkah Kekayaan Intelektual sebagai Jaminan Utang?
"Kegiatan temu seni ini merupakan salah satu rangkaian dari Festival Mega Event Indonesia Bertutur 2022 yang dihelat menjadi bagian dari perhelatan akbar Pertemuan Menteri-Menteri Kebudayaan G20 (G20 Ministerial Meeting on Culture) yang akan dilaksanakan di Kawasan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah pada bulan September mendatang," jelasnya, Selasa (2/8/2022).
Dia menjelaskan, program ini diadakan sebagai sarana penguatan ekosistem seniman muda, untuk memelihara keberlangsungan hidup kesenian nusantara sebagai peninggalan budaya Indonesia.
Baca juga:Presiden Jokowi Diusulkan Jadi Bapak Wayang Indonesia
Lihat Juga :