Kemenpora Harap Y20 Summit Hadirkan Solusi untuk Masalah Pemuda di Era Pandemi
Senin, 18 Juli 2022 - 10:02 WIB
Disamping itu, Niam juga mengatakan peserta Y20 telah mengikuti empat kegiatan Pra-KTT untuk masing-masing bidang prioritas yang diadakan secara terpisah di empat kota di Indonesia, yakni Palembang pada Maret, Lombok pada April, Balikpapan pada Mei, dan Manokwari. Dan acara puncak KTT Y20 Indonesia 2022 digelar di DKI Jakarta dan Bandung.
“Anda telah bertemu dan bertukar pandangan dengan para ahli di bidang Ketenagakerjaan pemuda, transformasi digital, planet yang berkelanjutan dan layak huni, serta keragaman dan inklusi. Sekarang saatnya bagi anda untuk lebih mengembangkan ide-ide yang akan dimasukkan ke dalam komunike,” ujarnya.
Niam berpesan agar para peserta mengikuti secara serius kegiatan ini selama beberapa hari ke depan untuk mengembangkan komunike yang didasarkan pada rekomendasi yang akan disampaikan kepada pemimpin negara. Disisi lain, disamping fokus rapat kerja, lokakarya, dan sesi pleno acara ini, dia meminta agar peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk menjalin persahabatan dan membangun jaringan dengan delegasi dari berbagai negara peserta.
Menurutnya, ada lebih dari 1,8 miliar anak muda di dunia saat ini. Dia mengaku menyaksikan anak muda di seluruh dunia mengambil tindakan untuk memecahkan masalah di era pandemi. Hal ini juga membuktikan bahwa pemuda sebagai agen perubahan memiliki solusi untuk setiap situasi yang menantang.
“Kita harus berada di sana untuk mendukung dan mendorong generasi muda kita untuk mengembangkan dan meningkatkan kapasitas mereka untuk masa depan yang lebih baik. Kita tidak tahu pasti kapan pandemi ini akan berakhir, namun kita harus optimis bahwa kita akan mampu melewatinya dengan baik dan meraih kehidupan yang lebih baik,” jelasnya.
“Anda telah bertemu dan bertukar pandangan dengan para ahli di bidang Ketenagakerjaan pemuda, transformasi digital, planet yang berkelanjutan dan layak huni, serta keragaman dan inklusi. Sekarang saatnya bagi anda untuk lebih mengembangkan ide-ide yang akan dimasukkan ke dalam komunike,” ujarnya.
Niam berpesan agar para peserta mengikuti secara serius kegiatan ini selama beberapa hari ke depan untuk mengembangkan komunike yang didasarkan pada rekomendasi yang akan disampaikan kepada pemimpin negara. Disisi lain, disamping fokus rapat kerja, lokakarya, dan sesi pleno acara ini, dia meminta agar peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk menjalin persahabatan dan membangun jaringan dengan delegasi dari berbagai negara peserta.
Menurutnya, ada lebih dari 1,8 miliar anak muda di dunia saat ini. Dia mengaku menyaksikan anak muda di seluruh dunia mengambil tindakan untuk memecahkan masalah di era pandemi. Hal ini juga membuktikan bahwa pemuda sebagai agen perubahan memiliki solusi untuk setiap situasi yang menantang.
“Kita harus berada di sana untuk mendukung dan mendorong generasi muda kita untuk mengembangkan dan meningkatkan kapasitas mereka untuk masa depan yang lebih baik. Kita tidak tahu pasti kapan pandemi ini akan berakhir, namun kita harus optimis bahwa kita akan mampu melewatinya dengan baik dan meraih kehidupan yang lebih baik,” jelasnya.
Lihat Juga :