Sejarah Kampung Arab di Condet, Perjuangan Entong Gendut Melawan Pungutan Pajak Kompeni di Batavia
Sabtu, 16 Juli 2022 - 06:35 WIB
Dalam perlawanannya, Entong memimpin 30 pemuda dalam pemberontakan Condet melawan Belanda di sebuah bangunan Belanda “Grooneveld” yang berada di ujung Selatan Jalan Condet Raya. Bangunan ini sudah menjadi kerangka saja karena kebakaran yang terjadi pada tahun 1985.
Sebelum itu, dahulu kala Condet merupakan daerah penghasil beberapa jenis buah seperti duku buni, serta salak. Sekarang berbagai pohon ini sudah tidak tersisa dan tergantikan oleh berbagai bangunan perumahan milik masyarakat.
Namun pemadangan yang hingga kini masih bisa ditemukan di sepanjang Jalan Raya Condet adalah toko-toko yang menjual berbagai produk Timur Tengah, seperti busana muslim, air zam zam, minyak wangi, Shisha, makanan seperti nasi kebuli, dan lain sebagainya.
Hal ini dikarenakan banyak masyarakat Condet merupakan keturunan Timur Tengah. Berdasarkan sebuah penelitian berjudul “Pengembangan Perkampungan Budaya Betawi: Dari Condet ke Srengseng Sawah”. Baca juga: Kisah Kramat Batok dan Karomah Kiai Uyut Gabid
Orang-orang keturunan Timur Tengah ini sebelumnya tinggal di Pekojan, Jakarta Barat. Karena daerah tersebut sudah padat, akhirnya masyarakat keturunan Arab ini mencari daerah tempat tinggal lain, salah satunya Condet.
Lihat Juga :