Masyarakat Radda Zikir dan Doa Bersama Peringati Bencana Banjir Bandang
Kamis, 14 Juli 2022 - 15:44 WIB
Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani menghadiri zikir dan doa bersama yang digelar masyarakat Desa Radda. Foto: Protokoler Pemkab Luwu Utara
LUWU UTARA - Masyarakat Desa Radda dan Meli, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara menggelar zikir dan doa bersama memperingati bencana banjir bandang yang terjadi 13 Juli dua tahun lalu. Kegiatan dilaksanakan di Liku Bala, Desa Meli, Rabu 13 Juli siang.
Zikir dan doa bersama itu turut diikuti Bupati Luwu Utara , Indah Putri Indriani. Dalam sambutannya, sebelum zikir dan doa bersama, Indah menyampaikan bahwa pada dasarnya kita tidak boleh melupakan sejarah.
Baca juga:Wabup Lutra Minta Tingkatkan Kewaspadaan Dini Guna Cegah PMK pada Ternak
"Peristiwa apapaun yang terjadi dalam kehidupan kita tentu saja jarang untuk segera kita lupakan, mari menjadikan hal tersebut sebagai pembelajaran. Termasuk kejadian banjir bandang yang terjadi beberapa tahun lalu, hal ini mendorong kita dan mengingatkan betapa pentingnya upaya mitigasi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa potensi bencananya sangat besar," ungkap Indah.
Untuk itu, dia mendorong segenap pihak khususnya pemerintah desa bersama masyarakat agar mendukung program pembentukan Desa Tanggap Bencana maupun Kampung Siaga Bencana.
"Penting untuk selalu aktif mengedukasi, membentuk desa tanggap bencana sebab yang paling pertama dan paling mungkin untuk menyelamatkan diri kita saat terjadi bencana adalah diri sendiri. Bencana pada dasarnya tidak bisa kita cegah, tapi risikonya bisa kita minimalkan dengan membangun kesiapsiagaan dimulai dari kelompok/komunitas masyarakat di desa," pungkasnya.
Zikir dan doa bersama itu turut diikuti Bupati Luwu Utara , Indah Putri Indriani. Dalam sambutannya, sebelum zikir dan doa bersama, Indah menyampaikan bahwa pada dasarnya kita tidak boleh melupakan sejarah.
Baca juga:Wabup Lutra Minta Tingkatkan Kewaspadaan Dini Guna Cegah PMK pada Ternak
"Peristiwa apapaun yang terjadi dalam kehidupan kita tentu saja jarang untuk segera kita lupakan, mari menjadikan hal tersebut sebagai pembelajaran. Termasuk kejadian banjir bandang yang terjadi beberapa tahun lalu, hal ini mendorong kita dan mengingatkan betapa pentingnya upaya mitigasi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa potensi bencananya sangat besar," ungkap Indah.
Untuk itu, dia mendorong segenap pihak khususnya pemerintah desa bersama masyarakat agar mendukung program pembentukan Desa Tanggap Bencana maupun Kampung Siaga Bencana.
"Penting untuk selalu aktif mengedukasi, membentuk desa tanggap bencana sebab yang paling pertama dan paling mungkin untuk menyelamatkan diri kita saat terjadi bencana adalah diri sendiri. Bencana pada dasarnya tidak bisa kita cegah, tapi risikonya bisa kita minimalkan dengan membangun kesiapsiagaan dimulai dari kelompok/komunitas masyarakat di desa," pungkasnya.
Lihat Juga :