Mencengangkan! Polda DIY Temukan 3.800 Video dan Foto di HP Milik Pelaku Child Grooming
Senin, 11 Juli 2022 - 23:45 WIB
FAS (27), pelaku child grooming yang telah mengincar anak-anak di Bantul saat dihadirkan di Mapolda DIY. Foto: Dok/SINDOnews
YOGYAKARTA - Polda DIY langsung memeriksa FAS (27), pelaku child grooming yang telah mengincar anak-anak di Bantul. Polisi bahkan menyita ponsel dan nomor telepon serta akun media sosial miliknya.
Direskrimsus Polda DIY, Kombespol Roberto GM Pasaribu menuturkan, pihaknya terus mendalami kasus tersebut dengan memeriksa handphone pelaku. Dan dari bukti rekaman digital yang disita polisi mereka memeriksa komunikasi yang dilakukan pelaku. “Ada 10 grup WA yang ditemukan dengan jumlah 250 peserta,” katanya.
Baca juga: Ngeri! Predator Seksual Incar Anak-anak di Bantul, Modus Ajak Korban Video Call
Dalam percakapan tersebut terungkap hanya berisi komunikasi yang mengandung child grooming. Pihaknya juga menemukan bukti sharing video, foto, nomor telepon target dan rata-rata masih berusia anak.
Pihaknya menemukan adanya 3.800 file rekaman video ataupun foto di handphone pelaku. Foto-foto dan video tersebut diduga digunakan dan hasil dari pelaku untuk melancarkan aksinya.
"Ada 3.800 file foto dan video di handphone pelaku. Kami masih dalami foto-foto dan video tersebut, siapa tahu ada korban lain,"tambahnya
Direskrimsus Polda DIY, Kombespol Roberto GM Pasaribu menuturkan, pihaknya terus mendalami kasus tersebut dengan memeriksa handphone pelaku. Dan dari bukti rekaman digital yang disita polisi mereka memeriksa komunikasi yang dilakukan pelaku. “Ada 10 grup WA yang ditemukan dengan jumlah 250 peserta,” katanya.
Baca juga: Ngeri! Predator Seksual Incar Anak-anak di Bantul, Modus Ajak Korban Video Call
Dalam percakapan tersebut terungkap hanya berisi komunikasi yang mengandung child grooming. Pihaknya juga menemukan bukti sharing video, foto, nomor telepon target dan rata-rata masih berusia anak.
Pihaknya menemukan adanya 3.800 file rekaman video ataupun foto di handphone pelaku. Foto-foto dan video tersebut diduga digunakan dan hasil dari pelaku untuk melancarkan aksinya.
"Ada 3.800 file foto dan video di handphone pelaku. Kami masih dalami foto-foto dan video tersebut, siapa tahu ada korban lain,"tambahnya
Lihat Juga :