DP2 Temukan Ratusan Hewan Tak Layak Kurban di Kota Makassar
Minggu, 10 Juli 2022 - 17:57 WIB
Suasana penyembelihan hewan kurban di kawasan Masjid AL-Muhajirin Blok 10 Perumnas Antang, Kecamatan Manggala, Makassar, Minggu (10/7/2022). Foto: Sindonews/Maman Sukirman
MAKASSAR - Dinas Pertanian dan Perikanan (DP2) Kota Makassar, menemukan ratusan hewan yang tak layak kurban. Hal itu diperoleh dari hasil pemeriksaan tim pemeriksa hewan kurban .
Kepala DP2 Makassar, Evi Aprialty mengatakan, sejak tanggal 1 hingga 6 Juli 2022, tim pemeriksa sudah melakukan pemeriksaan kepada kurang lebih 4 ribuan hewan siap kurban. Hasilnya, ada 415 yang dinyatakan tak layak.
Baca Juga: Antisipasi Pencurian, Pengawasan Mobilisasi Hewan Ternak Diperketat
"Sudah ada 4 ribuan kami periksa dari 8 titik. Dalam pemeriksaan itu ada beberapa kategori yang tidak layak seperti ada cacat telinga, sapi masih produktif, matanya rusak katarak, ada juga yang ciri-ciri sakit," ungkap Evi.
Dirinya mengatakan, masih ada sejumlah pedagang yang tak paham antara jenis hewan yang layak dan tidak layak untuk dikurbankan.
"Karena rata-rata mereka bukan peternak asli. Mereka datang saja untuk menjual. Kadang mereka membeli banyak dari peternak. Seperti di daerah Tamangapa yang punya 600-an ekor. Itu sulit mereka deteksi, makanya tugas kami yang memeriksa satu per satu," bebernya.
Kepala DP2 Makassar, Evi Aprialty mengatakan, sejak tanggal 1 hingga 6 Juli 2022, tim pemeriksa sudah melakukan pemeriksaan kepada kurang lebih 4 ribuan hewan siap kurban. Hasilnya, ada 415 yang dinyatakan tak layak.
Baca Juga: Antisipasi Pencurian, Pengawasan Mobilisasi Hewan Ternak Diperketat
"Sudah ada 4 ribuan kami periksa dari 8 titik. Dalam pemeriksaan itu ada beberapa kategori yang tidak layak seperti ada cacat telinga, sapi masih produktif, matanya rusak katarak, ada juga yang ciri-ciri sakit," ungkap Evi.
Dirinya mengatakan, masih ada sejumlah pedagang yang tak paham antara jenis hewan yang layak dan tidak layak untuk dikurbankan.
"Karena rata-rata mereka bukan peternak asli. Mereka datang saja untuk menjual. Kadang mereka membeli banyak dari peternak. Seperti di daerah Tamangapa yang punya 600-an ekor. Itu sulit mereka deteksi, makanya tugas kami yang memeriksa satu per satu," bebernya.
Lihat Juga :