Anggota Koperasi di Sukabumi Bakal Mengadu ke Jokowi, Ingin Dana Rp100 Miliar Bisa Kembali
Senin, 04 Juli 2022 - 17:54 WIB
Kantor Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersama cabang Kota Sukabumi yang berada di Jalan RE Martadinata. Foto/Dharmawan Hadi
SUKABUMI - Berbagai upaya dilakukan para anggota koperasi untuk dapat menarik kembali uang yang sudah disetorkan ke Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersama (KSPSB) cabang Kota Sukabumi. Namun hingga kini belum ada penyelesaian.
Upaya tersebut mulai menggunakan pengacara, unjuk rasa ke kantor pusat di Kota Bogor, melaporkan ke polisi, mendatangi Kementerian Koperasi. Namun semua upaya hingga saat ini belum membuahkan hasil dan berencana akan mengadukan persoalan ini ke presiden.
Salah seorang anggota KSPSB cabang Kota Sukabumi, Suwardi (65) mengakui awal ia tertarik dengan penawaran program yang diberikan koperasi tersebut karena nilai bagi hasil sisa usaha yang diberikan cukup tinggi, 13 persen pertahun dibandingkan yang diberikan oleh bank konvensional.
Baca juga: 2.000 Anggota Koperasi di Sukabumi Tuntut Uang Simpanan Rp100 Miliar Dikembalikan
"Sejak 2007 bergabung dengan koperasi Sejahtera Bersama awalnya diajak sama teman, karena bunga yang ditawarkan cukup tinggi waktu itu 13 persen. Kantornya juga masih di jalan Otista, yang orang nyimpen Rp10 juta aja pasti deg-degan kalo lihat kantornya pada waktu itu," ujar Suwardi kepada MNC Portal Indonesia, Senin (4/7/2022).
Suwandi menambahkan bahwa jumlah simpanan pribadi yang disetorkan kepada KSPSB sekitar Rp800 juta, kalau dengan anggota yang direkrutnya Rp7,7 miliar. Jumlah anggota yang ikut dengan dirinya berjumlah 40 orang yang bervariasi menyimpan uangnya di koperasi mulai Rp10 juta hingga Rp2 miliar per orang.
Upaya tersebut mulai menggunakan pengacara, unjuk rasa ke kantor pusat di Kota Bogor, melaporkan ke polisi, mendatangi Kementerian Koperasi. Namun semua upaya hingga saat ini belum membuahkan hasil dan berencana akan mengadukan persoalan ini ke presiden.
Salah seorang anggota KSPSB cabang Kota Sukabumi, Suwardi (65) mengakui awal ia tertarik dengan penawaran program yang diberikan koperasi tersebut karena nilai bagi hasil sisa usaha yang diberikan cukup tinggi, 13 persen pertahun dibandingkan yang diberikan oleh bank konvensional.
Baca juga: 2.000 Anggota Koperasi di Sukabumi Tuntut Uang Simpanan Rp100 Miliar Dikembalikan
"Sejak 2007 bergabung dengan koperasi Sejahtera Bersama awalnya diajak sama teman, karena bunga yang ditawarkan cukup tinggi waktu itu 13 persen. Kantornya juga masih di jalan Otista, yang orang nyimpen Rp10 juta aja pasti deg-degan kalo lihat kantornya pada waktu itu," ujar Suwardi kepada MNC Portal Indonesia, Senin (4/7/2022).
Suwandi menambahkan bahwa jumlah simpanan pribadi yang disetorkan kepada KSPSB sekitar Rp800 juta, kalau dengan anggota yang direkrutnya Rp7,7 miliar. Jumlah anggota yang ikut dengan dirinya berjumlah 40 orang yang bervariasi menyimpan uangnya di koperasi mulai Rp10 juta hingga Rp2 miliar per orang.
Lihat Juga :