Penyesalan Putri Raja Sunda yang Jadi Penyebab Perang Bubat di Majapahit
Selasa, 28 Juni 2022 - 07:18 WIB
Putri Raja Sunda Dyah Pitaloka Citraresmi.Foto/ist
Putri Raja Sunda Dyah Pitaloka Citraresmi menjadi orang yang paling bersalah usai terjadinya Perang Bubat . Pasalnya akibat rencana pernikahannya dengan Raja Majapahit Hayam Wuruk membuat kedua orang tuanya dan seluruh rombongan Kerajaan Sunda tewas di tangan prajurit Majapahit.
Sosok Dyah Pitaloka memang bisa dikatakan menjadi pihak yang paling disalahkan oleh Kerajaan Sunda. Dyah Pitaloka sebagaimana dikisahkan dari buku "Perang Bubat 1279 Saka : Membongkar Fakta Kerajaan Sunda vs Kerajaan Majapahit" tulisan Sri Wintala Achmad, dituding sebagai biang keladi lantaran keinginannya menikah dengan orang Jawa.
Baca juga: Kisah Pangeran Cakrabuana Keluar dari Istana Pakuan dan Mendirikan Kesultanan Cirebon
Kisah ini juga mengkambinghitamkan Dyah Pitaloka Citraresmi digambarkan pada naskah kuno Carita Parahyangan. Dimana dari Carita Parahyangan jelas menuliskan bagaimana Perang Bubat terjadi bukan karena Mahapatih Amangkubhumi Gajah Mada, yang menghendaki Dyah Pitaloka Citraresmi diserahkan oleh Maharaja Linggabuana Wisesa sebagai tanda takluk Sunda pada Majapahit, melainkan karena Dyah Pitaloka sendiri.
Sosok Dyah Pitaloka memang bisa dikatakan menjadi pihak yang paling disalahkan oleh Kerajaan Sunda. Dyah Pitaloka sebagaimana dikisahkan dari buku "Perang Bubat 1279 Saka : Membongkar Fakta Kerajaan Sunda vs Kerajaan Majapahit" tulisan Sri Wintala Achmad, dituding sebagai biang keladi lantaran keinginannya menikah dengan orang Jawa.
Baca juga: Kisah Pangeran Cakrabuana Keluar dari Istana Pakuan dan Mendirikan Kesultanan Cirebon
Kisah ini juga mengkambinghitamkan Dyah Pitaloka Citraresmi digambarkan pada naskah kuno Carita Parahyangan. Dimana dari Carita Parahyangan jelas menuliskan bagaimana Perang Bubat terjadi bukan karena Mahapatih Amangkubhumi Gajah Mada, yang menghendaki Dyah Pitaloka Citraresmi diserahkan oleh Maharaja Linggabuana Wisesa sebagai tanda takluk Sunda pada Majapahit, melainkan karena Dyah Pitaloka sendiri.
Lihat Juga :