Penjualan Sapi Kurban di Karawang Laris Manis di Tengah Wabah PMK
Rabu, 22 Juni 2022 - 03:03 WIB
Menjelang Hari Raya Kurban penjualan hewan kurban seperti sapi tetap tinggi. SINDOnews/Nila
KARAWANG - Menjelang Hari Raya Kurban penjualan hewan kurban seperti sapi tetap tinggi. Meski para pedagang semula pesimis karena wabah penyakit mulut dan kuku (PMK), namun belakangan mereka kembali optimis dagangannya laku terjual. Malah, untuk meyakinkan pembeli, pedagang membawa dokter hewan di tempat dagangan.
Salah seorang penjual sapi kurban di Jalan Pasundan, Kelurahan Adiarsa Barat, Kecamatan Karawang Barat, Andry (32) mengatakan mendekati hari raya penjualannya semakin meningkat. Sejak Jumat (19/6) hingga saat ini jumlah sapi yang terjual sebanyak 33 ekor.
"Kebanyakan dari majelis-majelis atau warga perumahan yang membeli sapi. Saya sampai harus menambah stok sapi karena hari raya masih jauh waktunya," kata Andry, Selasa (21/6/22).
Menurut Andry, semula para pedagang hewan kurban pesimis dagangannya bakal laku setelah banyak pemberitaan tentang wabah PMK. Namun ketakutan pedagang tidak terbukti setelah diketahui pembeli tetap banyak dan pedagang meyakinkan pembeli bahwan hewan kurban yang dijualnya tetap sehat.
"Tadinya sempat khawatir karena ada wabah PMK itu. Tapi kami meyakinkan hewan kurban yang kami jual sehat. Kami juga punya dokter hewan untuk memeriksa kondisi hewan kurban kami," katanya.
Baca: Bripda Diego Rumaropen Gugur, Ratusan Keluarga Datangi Kapolda Papua Tuntut Keadilan.
Salah seorang penjual sapi kurban di Jalan Pasundan, Kelurahan Adiarsa Barat, Kecamatan Karawang Barat, Andry (32) mengatakan mendekati hari raya penjualannya semakin meningkat. Sejak Jumat (19/6) hingga saat ini jumlah sapi yang terjual sebanyak 33 ekor.
"Kebanyakan dari majelis-majelis atau warga perumahan yang membeli sapi. Saya sampai harus menambah stok sapi karena hari raya masih jauh waktunya," kata Andry, Selasa (21/6/22).
Menurut Andry, semula para pedagang hewan kurban pesimis dagangannya bakal laku setelah banyak pemberitaan tentang wabah PMK. Namun ketakutan pedagang tidak terbukti setelah diketahui pembeli tetap banyak dan pedagang meyakinkan pembeli bahwan hewan kurban yang dijualnya tetap sehat.
"Tadinya sempat khawatir karena ada wabah PMK itu. Tapi kami meyakinkan hewan kurban yang kami jual sehat. Kami juga punya dokter hewan untuk memeriksa kondisi hewan kurban kami," katanya.
Baca: Bripda Diego Rumaropen Gugur, Ratusan Keluarga Datangi Kapolda Papua Tuntut Keadilan.
Lihat Juga :