MIWF 2022 Hadir dengan Format Hybrid Respons Krisis Iklim 

Selasa, 21 Juni 2022 - 13:46 WIB
Terkait tema,Awakeningyang secara harfiah artinya terbangun atau tersadar, identik dengan hadirnya pemahaman baru, pikiran baru, dan juga tekad dan cara pandang atau cara hidup yang baru setelah kita banyak belajar dari momentum pandemi Covid-19.

“Tentu saja, semua orang punya momentum awakeningnya sendiri-sendiri, prosenya berbeda-beda, dan mari kita saling berbagi dan saling menguatkan saat kita menjalani dan mengalami momentum awakening ini,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Lily menyebutkan, ada satu tim terlatih, yang memberikan sumbangan ilmu dan pengetahun untuk menghitung emisi, kemudian dari hasil pencatatan itu akan dilakukancarbon offsetmelalui penanaman pohon mangrove.

“Saya kira kita akan menjadi satu dari sedikit festival di Indonesia yang telah memikirkan prinsip-prinsip iklim di dalam produksi keigatan,” jelasnya.

Nantinya, MIWF juga menyiapkan kelas edukasi selama empat hari berturut-turut, metenwi tata cara merancang kegiatan public yang lebih ramah lingkungan. MIWF berharap, ide seperti ini bukan menjadi kegiatan yang hanya dikerjakan oleh segelintir orang. Idealnya, nilai seperti ini menjadi standar untuk kegiatan-kegiatan publik selanjutnya.

Sementara itu, kegiatan yang diadakan di tengah masa transisisi pandemi Covid-19, saat berbagai aspek kehidupan belum sepenuhnya pulih. MIWF juga mencoba berbenah, setelah dihantam pandemi 2,5 tahun. Dengan demikian, keputusan mengadakan festival dengan format hybrid yang jadi pilihan, dengan mengutamakan pertukaran penguatan jejaring.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!