Kisah Ra Kuti, Dharmaputra Pengusir Raja Majapahit yang Mati sebagai Pemberontak
Jum'at, 10 Juni 2022 - 05:30 WIB
Setelah Ra Semi giliran Ra Kuti yang memberontak dan berhasil mengusir Prabu Jayanegara keluar istana. Setelah peristiwa pemberontakan Ra Kuti tahun 1319, saat itu tersisa satu anggota Dharmaputra yang masih hidup yakni Ra Tanca.
Baca juga: Kisah Ken Umang, Cinta Pertama Ken Arok dan Pejuang Singasari yang Hanya Menjadi Selir
Pada tahun 1328 Ra Tanca menemui Gajah Mada untuk menyampaikan keluhan istrinya. Istri Ra Tanca mendengar berita bahwa Jayanegara melarang kedua adiknya, yaitu Dyah Gitarja dan Dyah Wiyat untuk menikah. Konon Jayanegara sendiri berniat mengawini kedua adiknya itu.
Tanca meminta agar Gajah Mada, yang saat itu menjadi abdi kesayangan Jayanegara, supaya mengambil tindakan pencegahan. Namun Gajah Mada seolah tidak peduli pada laporan Ra Tanca. Hal ini membuat Ra Tanca merasa tersinggung.
Sebagai ahli pengobatan istana, Ra Tanca suatu hari ia dipanggil untuk mengobati sakit bisul yang diderita Jayanegara. Di dalam kamar raja hanya ada ia, Jayanagara, dan Gajah Mada. Usai melakukan terapi pembedahan, tiba-tiba Tanca menusuk Jayanegara sampai tewas. Seketika itu pula Gajah Mada ganti membunuh Tanca.
Perbuatan Gajah Mada membunuh Tanca tanpa pengadilan menimbulkan kecurigaan. Sejarawan Slamet Muljana menyimpulkan kalau dalang pembunuhan Jayanegara sesungguhnya adalah Gajah Mada sendiri.
Tampaknya Gajah Mada sengaja memancing amarah Tanca dengan pura-pura tidak peduli supaya Tanca sendiri yang mengambil tindakan. Siasat Gajah Mada ini berjalan baik. Tanca pun membunuh raja, dan kemudian langsung dibunuh oleh Gajah Mada seolah untuk menghilangkan jejak.
Sumber: sindonews dan okezone
Baca juga: Kisah Ken Umang, Cinta Pertama Ken Arok dan Pejuang Singasari yang Hanya Menjadi Selir
Pada tahun 1328 Ra Tanca menemui Gajah Mada untuk menyampaikan keluhan istrinya. Istri Ra Tanca mendengar berita bahwa Jayanegara melarang kedua adiknya, yaitu Dyah Gitarja dan Dyah Wiyat untuk menikah. Konon Jayanegara sendiri berniat mengawini kedua adiknya itu.
Tanca meminta agar Gajah Mada, yang saat itu menjadi abdi kesayangan Jayanegara, supaya mengambil tindakan pencegahan. Namun Gajah Mada seolah tidak peduli pada laporan Ra Tanca. Hal ini membuat Ra Tanca merasa tersinggung.
Sebagai ahli pengobatan istana, Ra Tanca suatu hari ia dipanggil untuk mengobati sakit bisul yang diderita Jayanegara. Di dalam kamar raja hanya ada ia, Jayanagara, dan Gajah Mada. Usai melakukan terapi pembedahan, tiba-tiba Tanca menusuk Jayanegara sampai tewas. Seketika itu pula Gajah Mada ganti membunuh Tanca.
Perbuatan Gajah Mada membunuh Tanca tanpa pengadilan menimbulkan kecurigaan. Sejarawan Slamet Muljana menyimpulkan kalau dalang pembunuhan Jayanegara sesungguhnya adalah Gajah Mada sendiri.
Tampaknya Gajah Mada sengaja memancing amarah Tanca dengan pura-pura tidak peduli supaya Tanca sendiri yang mengambil tindakan. Siasat Gajah Mada ini berjalan baik. Tanca pun membunuh raja, dan kemudian langsung dibunuh oleh Gajah Mada seolah untuk menghilangkan jejak.
Sumber: sindonews dan okezone
(nic)
Lihat Juga :