Relawan Gugus Tugas: Menciptakan Pasar Tangguh Butuh Waktu
Senin, 22 Juni 2020 - 20:39 WIB
Toh, pedagang (dan pembeli) tidak punya pilihan lain. Mereka harus mengikuti protokol kesehatan. Mereka harus beradaptasi dengan kebiasaan baru. Berusaha untuk beraktivitas tetapi dengan kesadaran tinggi, bahwa virus corona belum hilang dari sekitarnya.
Andre mengatakan, hari pertama timnya turun ke pasar PSPT Tebet, banyak dijumpai pedagang yang memakai masker sekadar “basa-basi”. Padahal, saat itu, pukul 08.00 kondisi pasar sedang ramai. “Siang pukul 12.00, kondisi pasar sudah mulai lengang. Beberapa pedagang melepas face shield. Benar-benar tidak mudah untuk mengubah kebiasaan,” keluh Andre.
Tim relawan yang membuka posko di halaman pasar, memasang standing banner serta menyebar brosur sosialisasi, juga mendapati banyak hal yang perlu dibenahi di Pasar Tebet. Misalnya, peletakan barang dagangan yang cenderung semrawut, mengakibatkan akses jalan menjadi semput. “Beruntung, kami juga didampingi pengurus PD Pasar Tebet. Mereka spontan menertibkan dagangan yang semrawut,” tamba Andre.
Andre juga mencatat, masih terlalu banyak akses masuk ke pasar yang dibuka. Harusnya, akses masuk dan keluar pasar lebih dibatasi untuk mengontrol lalu-lintas manusia. “Kami juga mendapat informasi, petugas Satpol PP setiap hari beroperasi di lingkungan pasar untuk menertibkan masyarakat yang tidak mengenakan masker,” katanya.
Informasi lain adalah, adanya pasar kaget tak jauh dari lokasi Pasar Tebet. Kegiatan pasar kaget dimulai habis shubuh, sekitar pukul 05.00 sampai sekitar pukul 09.00 WIB.
Akhirnya Lebih Tertib
Hari pertama pelaksanaan baksos Tim Relawan Gugus Tugas Covid-19, sejumlah pejabat hadir dan ikut memantau langsung kondisi Pasar Tebet. Di antara mereka tampak Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Lilik Kurniawan, Direktur Kesiapsiagaan, Enny, Dirut PD Pasar Jaya Arief Nasrudin, Kasi Biro Dinsos DKI Jakarta, Zaenal, dan Lurah Tebet Siti Fauziyah Ghazali.
Andre mengatakan, hari pertama timnya turun ke pasar PSPT Tebet, banyak dijumpai pedagang yang memakai masker sekadar “basa-basi”. Padahal, saat itu, pukul 08.00 kondisi pasar sedang ramai. “Siang pukul 12.00, kondisi pasar sudah mulai lengang. Beberapa pedagang melepas face shield. Benar-benar tidak mudah untuk mengubah kebiasaan,” keluh Andre.
Tim relawan yang membuka posko di halaman pasar, memasang standing banner serta menyebar brosur sosialisasi, juga mendapati banyak hal yang perlu dibenahi di Pasar Tebet. Misalnya, peletakan barang dagangan yang cenderung semrawut, mengakibatkan akses jalan menjadi semput. “Beruntung, kami juga didampingi pengurus PD Pasar Tebet. Mereka spontan menertibkan dagangan yang semrawut,” tamba Andre.
Andre juga mencatat, masih terlalu banyak akses masuk ke pasar yang dibuka. Harusnya, akses masuk dan keluar pasar lebih dibatasi untuk mengontrol lalu-lintas manusia. “Kami juga mendapat informasi, petugas Satpol PP setiap hari beroperasi di lingkungan pasar untuk menertibkan masyarakat yang tidak mengenakan masker,” katanya.
Informasi lain adalah, adanya pasar kaget tak jauh dari lokasi Pasar Tebet. Kegiatan pasar kaget dimulai habis shubuh, sekitar pukul 05.00 sampai sekitar pukul 09.00 WIB.
Akhirnya Lebih Tertib
Hari pertama pelaksanaan baksos Tim Relawan Gugus Tugas Covid-19, sejumlah pejabat hadir dan ikut memantau langsung kondisi Pasar Tebet. Di antara mereka tampak Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Lilik Kurniawan, Direktur Kesiapsiagaan, Enny, Dirut PD Pasar Jaya Arief Nasrudin, Kasi Biro Dinsos DKI Jakarta, Zaenal, dan Lurah Tebet Siti Fauziyah Ghazali.
Lihat Juga :