Kerusakan Jalan Lingkar Kebun Raya Cibinong Terus Disorot
Selasa, 19 April 2022 - 16:34 WIB
Jalan Lingkar Kebun Raya Cibinong semakin mengalami kerusakan padahal proyek tersebut baru tiga bulan selesai pembangunannya. Foto SINDOnews
CIBINONG - Jalan Lingkar Kebun Raya Cibinong semakin mengalami kerusakan padahal proyek tersebut baru tiga bulan selesai pembangunannya. Sebelumnya Jalan Lingkar Kebun Raya Cibinong tersebut sudah mengalami kerusakan pada Februari 2022 dimana jalan tersebut nampak berlubang-lubang dan mengalami retak. Lalu oleh pihak kontraktor diperbaiki, namun perbaikan tersebut tidak maksimal sehingga kembali mengalami kerusakan yang semakin parah.
Baca : Baru 3 Bulan Selesai Dibangun Jalan Lingkar Kebun Raya Cibinong Sudah Retak dan Berlubang
Padahal jalan tersebut merupakan jalan alternatif pengganti Jalan Lipi untuk akses menuju ke Citeureup atau sebaliknya yang dihubungkan dengan Jembatan Kalibaru II yang kerap dilalui masyarakat.
Ketua LSM Pasundan Idris Santoso yang telah meninjau ke lokasi menyesalkan rusaknya proyek yang baru selesai dibangun tersebut. "Kalau saya lihat di lokasi kondisi kerusakannya semakin parah dan belum ada perbaikan. Kemungkinan ada indikasi dugaan dikerjakan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditentukan. Kita lihat saja di lapangan secara kasat mata proyek senilai sekitar Rp900 jutaan sudah retak-retak padahal baru seumur jagung," kata Idris Santoso, Selasa (19/4/2022).
Baca : Baru 3 Bulan Selesai Dibangun Jalan Lingkar Kebun Raya Cibinong Sudah Retak dan Berlubang
Padahal jalan tersebut merupakan jalan alternatif pengganti Jalan Lipi untuk akses menuju ke Citeureup atau sebaliknya yang dihubungkan dengan Jembatan Kalibaru II yang kerap dilalui masyarakat.
Ketua LSM Pasundan Idris Santoso yang telah meninjau ke lokasi menyesalkan rusaknya proyek yang baru selesai dibangun tersebut. "Kalau saya lihat di lokasi kondisi kerusakannya semakin parah dan belum ada perbaikan. Kemungkinan ada indikasi dugaan dikerjakan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditentukan. Kita lihat saja di lapangan secara kasat mata proyek senilai sekitar Rp900 jutaan sudah retak-retak padahal baru seumur jagung," kata Idris Santoso, Selasa (19/4/2022).
Lihat Juga :