Bos Intelijen Israel Tuduh Negara-negara Arab Bohong Soal Data Covid-19

Jum'at, 24 April 2020 - 20:11 WIB
Intelijen Israel yakni Mossad menuduh negara-negara Arab sudah berbohong soal data sebenarnya kasus infeksi dan kematian akibat covid-19. Foto/Ilustrasi
TEL-AVIV - Iran dan negara-negara di Arab dituduh berbohong soal data kasus infeksi dan kematian sebenarnya akibat wabah virus corona baru alias covid-19. Hal itu disampaikan oleh Direktur Mossad Israel, Yossi Cohen.

Bos intelijen rezim Zionis itu mengatakan kepada para pejabat kesehatan Israel dalam sebuah briefing bahwa pandemi covid-19 jauh lebih serius daripada yang diakui beberapa negara Arab.



"Di Lebanon, Irak, dan Suriah ada morbiditas yang besar dan mereka bohong," kata Cohen, seperti dikutip Channel 13.

"Jumlah yang terinfeksi dan meninggal yang dilaporkan Iran juga tidak benar. Angka yang saya kenal jauh lebih tinggi," lanjut Cohen yang dilansir Axios, Jumat (24/4/2020).

Baca Juga: Bos Mossad: Iran dan Negara-negara Arab Bohong soal Data COVID-19

Selain itu, Cohen berbicara tentang upaya untuk membawa peralatan medis dari luar negeri ke Israel, yang mana dia mencatat bahwa Mossad memperoleh 50 juta masker wajah dan 260 ventilator.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!