Peluncuran Buku Mahasiswa UI, Deputi II BNPT Berharap Akademisi Terus Berkontribusi Terhadap Penanganan Korban
Senin, 04 April 2022 - 21:45 WIB
“Setidaknya untuk bahan bacaan bagi para anggota di BNPT sebagai upaya memperkaya literasi dan khasanah keilmuan di lingkungan lembaga negara yang fokus pada penanggulangan tindak pidana terorisme di Indonesia,” ungkapnya.
Mantan Analis Kebijakan Utama Bidang Intelijen Densus 88 Antiteror Mabes Polri itu berharap agar kalangan akademisi juga berperan aktif untuk berkontribusi terhadap pemerintah, khususnya lembaga keamanan nasional melalui sumbangsih ide, saran, dan gagasan yang konstruktif.
"Begitu juga untuk Departemen Kriminologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, semoga tetap menjadi inspirasi dalam memberikan kontribusi akademis terhadap penegakan hukum yang berkeadilan di tanah air," ucap Ibnu.
Kemudian, lulusan Akpol 1993 tersebut mengatakan bahwa dirinya memiliki concern tersendiri terkait persoalan kriminologi, apalagi dia merupakan salah satu perwira Polri yang banyak berkecimpung di bidang reserse sepanjang berdinas di korps Bhayangkara. Mulai dari kasus kejahatan biasa, narkotika dan sebagainya.
Karena itu, dia sangat familiar dengan situasi para korban dari kasus tindak kriminalitas yang ada. Maka itu, dia sangat mengapresiasi ketika para mahasiswa memiliki concern yang sama dalam membedah berbagai kasus kriminalitas terutama dengan mengangkat sisi para korban.
Ibnu juga menceritakan bagaimana pengalamannya saat berkecimpung dengan Detasemen Khusus 88 Antiteror. Banyak kasus terorisme pernah dia hadapi, termasuk yang sangat dahsyat adalah kasus bom Bali yang dilakukan oleh kelompok Jamaah Islamiyah (JI), kemudian kasus-kasus terorisme lainnya di Poso, kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT), Jamaah Ansharud Daulah (JAD), dan sebagainya.
Mantan Analis Kebijakan Utama Bidang Intelijen Densus 88 Antiteror Mabes Polri itu berharap agar kalangan akademisi juga berperan aktif untuk berkontribusi terhadap pemerintah, khususnya lembaga keamanan nasional melalui sumbangsih ide, saran, dan gagasan yang konstruktif.
"Begitu juga untuk Departemen Kriminologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, semoga tetap menjadi inspirasi dalam memberikan kontribusi akademis terhadap penegakan hukum yang berkeadilan di tanah air," ucap Ibnu.
Kemudian, lulusan Akpol 1993 tersebut mengatakan bahwa dirinya memiliki concern tersendiri terkait persoalan kriminologi, apalagi dia merupakan salah satu perwira Polri yang banyak berkecimpung di bidang reserse sepanjang berdinas di korps Bhayangkara. Mulai dari kasus kejahatan biasa, narkotika dan sebagainya.
Karena itu, dia sangat familiar dengan situasi para korban dari kasus tindak kriminalitas yang ada. Maka itu, dia sangat mengapresiasi ketika para mahasiswa memiliki concern yang sama dalam membedah berbagai kasus kriminalitas terutama dengan mengangkat sisi para korban.
Ibnu juga menceritakan bagaimana pengalamannya saat berkecimpung dengan Detasemen Khusus 88 Antiteror. Banyak kasus terorisme pernah dia hadapi, termasuk yang sangat dahsyat adalah kasus bom Bali yang dilakukan oleh kelompok Jamaah Islamiyah (JI), kemudian kasus-kasus terorisme lainnya di Poso, kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT), Jamaah Ansharud Daulah (JAD), dan sebagainya.
Lihat Juga :