Timbulkan Korban Jiwa, Petilasan Keramat Empu Supo Ditutup Sementara
Kamis, 24 Maret 2022 - 03:34 WIB
"Keduanya melakukan ritual tidak turun hujan, karena mau panen padi. Awalnya, Marsih yang melakukan ritual. Tetapi karena tidak kunjung pulang, anaknya Mariyanto menyusul ke lokasi kejadian," sambungnya.
Saat tiba di lokasi, Mariyanto yang melihat ibunya sudah tergeletak langsung melakukan pertolongan dan mengangkat tubuhnya. Nahas, saat itu Mariyanto juga ikut tewas akibat menghirup udara beracun dari belerang.
Baca: Ritual Tanam Sambut Hujan, Sulap Lahan Kosong Rusun Sumur Welut Jadi Kebun
Ritual minta tidak hujan di wilayah ini sudah menjadi tradisi setiap kali hendak panen padi. Namun, biasanya ritual dilakukan siang atau sore saat uap belerang sudah menyebar ke udara, sehingga tidak terlalu berbahaya.
Sebelumnya diberitakan, warga di kawasan kolam mata air keramat peninggalan Empu Supo di Tuban, Jawa Timur, digegerkan dengan temuan mayat ibu dan anak tewas saat menggelar ritual tolak hujan.
Saat tiba di lokasi, Mariyanto yang melihat ibunya sudah tergeletak langsung melakukan pertolongan dan mengangkat tubuhnya. Nahas, saat itu Mariyanto juga ikut tewas akibat menghirup udara beracun dari belerang.
Baca: Ritual Tanam Sambut Hujan, Sulap Lahan Kosong Rusun Sumur Welut Jadi Kebun
Ritual minta tidak hujan di wilayah ini sudah menjadi tradisi setiap kali hendak panen padi. Namun, biasanya ritual dilakukan siang atau sore saat uap belerang sudah menyebar ke udara, sehingga tidak terlalu berbahaya.
Sebelumnya diberitakan, warga di kawasan kolam mata air keramat peninggalan Empu Supo di Tuban, Jawa Timur, digegerkan dengan temuan mayat ibu dan anak tewas saat menggelar ritual tolak hujan.
(hsk)
Lihat Juga :