Kendalikan Pandemi, Kabinda Riau Perangi Hoaks hingga Gencarkan Vaksinasi Massal untuk Anak
Minggu, 20 Maret 2022 - 16:14 WIB
Tak hanya menghadapi bahaya virus, masyarakat juga harus berhadapan dengan bahaya hoax di tengah merebaknya pandemi COVID-19. (Ist)
PEKANBARU - Tak hanya menghadapi bahaya virus , masyarakat juga harus berhadapan dengan bahaya hoaks di tengah merebaknya pandemi COVID-19. Hoaks tentang pandemi juga menyebar; antara lain tentang cara mengobati hingga soal efektifitas vaksinasi .
Kepala Binda (Kabinda) Riau, Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Amino Setya Budi mengatakan kegiatan vaksinasi yang digencarkan pemerintah sudah teruji keabsahannya; memenuhi standar keilmuan serta prosedur keamanan dan kesehatan international. Maka itu, Kabinda mengajak masyarakat agar tidak percaya hoax.
“Vaksinasi demi keselamatan kita semua. Tak bosan-bosan kami menghimbau, mari sama-sama kita melawan hoax. Mari bersatu padu mensukseskan program vaksinasi massal di seluruh Nusantara,” kata Amino dikutip, Minggu (20/3/2022).
Dalam kesempatan ini, Binda Riau juga sekaligus melakukan kegiatan vaksinasi di mana sasarannya adalah anak usia 6-11 tahun hingga booster untuk masyarakat umum. Sejatinya vaksinasi Covid-19 pada anak juga telah direkomendasikan olehIkatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).
Kepala Binda (Kabinda) Riau, Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Amino Setya Budi mengatakan kegiatan vaksinasi yang digencarkan pemerintah sudah teruji keabsahannya; memenuhi standar keilmuan serta prosedur keamanan dan kesehatan international. Maka itu, Kabinda mengajak masyarakat agar tidak percaya hoax.
“Vaksinasi demi keselamatan kita semua. Tak bosan-bosan kami menghimbau, mari sama-sama kita melawan hoax. Mari bersatu padu mensukseskan program vaksinasi massal di seluruh Nusantara,” kata Amino dikutip, Minggu (20/3/2022).
Dalam kesempatan ini, Binda Riau juga sekaligus melakukan kegiatan vaksinasi di mana sasarannya adalah anak usia 6-11 tahun hingga booster untuk masyarakat umum. Sejatinya vaksinasi Covid-19 pada anak juga telah direkomendasikan olehIkatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).
Lihat Juga :