Basis Nahdliyin Luar Jawa, PKB Genjot Perolehan Suara Pemilu 2024 di Kalsel
Minggu, 20 Maret 2022 - 15:15 WIB
Dikatakan Gus Jazil, setelah Muktamar 2019 di Bali, PKB menetapkan target kemenangan nasional pada Pemilu 2024 mendatang minimal di posisi dua besar dengan perolehan kursi DPR RI sebanyak 100 kursi. Saat ini, PKB memiliki 58 kursi di Senayan. ”Dalam sejarah PKB, perolehan kursi saat ini, 58 kursi adalah yang terbesar. Kita targetkan Pemilu 2024 bisa 100 kursi. Setidaknya target minimalnya 73 kursi,” tuturnya.
Saat ini, masih ada 33 dapil dari total 80 dapil yang belum ada wakil di DPR RI. Salah satunya Dapil Kalsel I. ”Jangan sampai Pemilu 2024 nanti kosong lagi. Karena itu, kita lakukan coaching clinic, melakukan pemetaan dapil, kita berikan arahan, mentoring dan pendampingan DPC-DPC dan para caleg agar minimal kita sudah memenangkan satu langkah lebih cepat dari partai-partai lain, dan bisa melakukan langkah yang lebih tepat,” tuturnya.
Dikatakan Gus Jazil, saat ini ada cukup banyak bakal caleg dari partai lain yang berminat loncat ke PKB untuk melamar menjadi caleg. Hal ini karena PKB dinilai sebagai parpol berbasis Islam yang paling solid dan dipastikan lolos parliamentary threshold (PT).
”Banyak caleg lintas partai yang mau masuk ke PKB karena PKB dianggap partai yang solid, kompak, rakat. Karena penting partai tampak solid itu. Kalau partai pecah, strukturnya tidak mendukung maka malas menjadi caleg. Para caleg itu butuh kepastian karena daripada maju lewat parpol yang belum pasti lolos Senayan maka banyak yang mulai mendaftar lewat PKB,” paparnya.
Dirinya bersyukur karena dari berbagai survei, PKB konsisten berada di posisi atas parpol papan tengah. Bahkan, beberapa lembaga survei menempatkan PKB di posisi dua dan tiga besar. ”Maka, saya minta pengurus yang sudah terima SK, ayo kita kompak agar semua masuk ke PKB. Kalau kita compang camping, nggak mungkin mereka mau masuk,” urainya. Baca: Ibu Gorok Anak Kandung di Brebes, Saksi Melihat Pelaku Masih Memakai Mukena.
Saat ini, masih ada 33 dapil dari total 80 dapil yang belum ada wakil di DPR RI. Salah satunya Dapil Kalsel I. ”Jangan sampai Pemilu 2024 nanti kosong lagi. Karena itu, kita lakukan coaching clinic, melakukan pemetaan dapil, kita berikan arahan, mentoring dan pendampingan DPC-DPC dan para caleg agar minimal kita sudah memenangkan satu langkah lebih cepat dari partai-partai lain, dan bisa melakukan langkah yang lebih tepat,” tuturnya.
Dikatakan Gus Jazil, saat ini ada cukup banyak bakal caleg dari partai lain yang berminat loncat ke PKB untuk melamar menjadi caleg. Hal ini karena PKB dinilai sebagai parpol berbasis Islam yang paling solid dan dipastikan lolos parliamentary threshold (PT).
”Banyak caleg lintas partai yang mau masuk ke PKB karena PKB dianggap partai yang solid, kompak, rakat. Karena penting partai tampak solid itu. Kalau partai pecah, strukturnya tidak mendukung maka malas menjadi caleg. Para caleg itu butuh kepastian karena daripada maju lewat parpol yang belum pasti lolos Senayan maka banyak yang mulai mendaftar lewat PKB,” paparnya.
Dirinya bersyukur karena dari berbagai survei, PKB konsisten berada di posisi atas parpol papan tengah. Bahkan, beberapa lembaga survei menempatkan PKB di posisi dua dan tiga besar. ”Maka, saya minta pengurus yang sudah terima SK, ayo kita kompak agar semua masuk ke PKB. Kalau kita compang camping, nggak mungkin mereka mau masuk,” urainya. Baca: Ibu Gorok Anak Kandung di Brebes, Saksi Melihat Pelaku Masih Memakai Mukena.
Lihat Juga :