Mantan Kapolri Menangis, Pasukan Resimen Pelopor Brimob Keheranan

Senin, 14 Maret 2022 - 15:56 WIB
Mantan Kapolri Jenderal Polisi (Purn) Raden Soekarno Djojonegoro. Foto: Sekilas Lintas Kepolisian Republik Indonesia, 1976. Jakarta: Department of Information, Indonesian Police
JAKARTA - Mantan Kapolri Jenderal Polisi (Purn) Raden Soekarno Djojonegoro tak kuasa menahan tangis saat melepas pasukan Resimen Pelopor Brimob ke medan perang dalam suasana Idul Fitri. Bahkan, dia meminta maaf kepada prajurit Resimen Tim Pertempuran (RTP) 1 Brimob karena mereka terpaksa meninggalkan anak, istri, dan orang tua.

Saat itu, tanggal 8 Maret 1962 bertepatan dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri pasukan Resimen Pelopor diberangkatkan ke Irian Barat dengan tujuan menaklukkan Belanda. Mereka akan bertempur dengan kemungkinan besar tidak akan pulang.



Baca juga: Jenderal Polisi Ini Tegur Kapolres karena Parkir Mantan Resimen Pelopor Brimob

Suasana penuh emosional dari sambutan Jenderal Polisi Soekarno justru ditanggapi acuh tak acuh oleh para Resimen Pelopor. Banyak anggota pasukan khusus itu keheranan. “Kok yang menangis malah Jenderal Soekarno, padahal yang akan berangkat menuju kematian adalah mereka para prajurit rendahan, bukan para jenderal.”

Suasana kian dramatis ketika di tengah upacara pemberangkatan, hujan deras mengguyur. Namun, prajurit Detasemen III Pelopor itu masih saja bersikap acuh lantaran kebanyakan mereka masih lajang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!