Polisi Periksa Kemenkes Terkait Hasil Swab Palsu yang Terhubung ke PeduliLindungi
Jum'at, 11 Maret 2022 - 18:55 WIB
"Kami telah melakukan pemeriksaan saksi terhadap Kemenkes dan hasilnya AR terdaftar di aplikasi PeduliLindungi sebagai orang yang bisa mengakses hasil swab test PCR dan antigen," ujarnya, Jumat (11/3/2022).
Selanjutnya, polisi akan memanggil Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang terkait kepemilikan akun PeduliLindungi milik AR. Dinkes Kabupaten Tangerang merupakan pihak yang bertanggungjawab lantaran memberi akses PeduliLindungi kepada AR.
Baca juga: Kapolda Metro Minta Penggunaan Aplikasi PeduliLindungi Dimaksimalkan
Pasalnya, klinik yang dilampirkan AR dalam hasil tes swab PCR dan antigen palsu tersebut bodong alias tidak diketahui keberadaannya. "Kita panggil Dinkes Kabupaten Tangerang karena yang mengaprove AR di aplikasi PeduliLindungi itu Dinkes Kabupaten Tangerang," ujar Suwandi.
Pihaknya akan terus memproses kasus dan terus mencari saksi lainnya. "Proses hukum kasus ini masih berjalan. Kita masih cari tahu bagaimana AR bisa masuk atau memiliki akun di PeduliLindungi, sementara kliniknya saja tidak ada wujudnya. Untuk saksi baru sudah ada beberapa yang kita periksa. Kita juga masih mencari saksi lainnya," katanya.
Selanjutnya, polisi akan memanggil Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang terkait kepemilikan akun PeduliLindungi milik AR. Dinkes Kabupaten Tangerang merupakan pihak yang bertanggungjawab lantaran memberi akses PeduliLindungi kepada AR.
Baca juga: Kapolda Metro Minta Penggunaan Aplikasi PeduliLindungi Dimaksimalkan
Pasalnya, klinik yang dilampirkan AR dalam hasil tes swab PCR dan antigen palsu tersebut bodong alias tidak diketahui keberadaannya. "Kita panggil Dinkes Kabupaten Tangerang karena yang mengaprove AR di aplikasi PeduliLindungi itu Dinkes Kabupaten Tangerang," ujar Suwandi.
Pihaknya akan terus memproses kasus dan terus mencari saksi lainnya. "Proses hukum kasus ini masih berjalan. Kita masih cari tahu bagaimana AR bisa masuk atau memiliki akun di PeduliLindungi, sementara kliniknya saja tidak ada wujudnya. Untuk saksi baru sudah ada beberapa yang kita periksa. Kita juga masih mencari saksi lainnya," katanya.
(jon)
Lihat Juga :