Sungai Berhulu Puncak Merapi Rawan Jadi Jalan Tol Wedus Gembel
Jum'at, 11 Maret 2022 - 17:22 WIB
Sehingga jangkauan awan panas guguran bisa menjadi lebih jauh dari yang sekarang.
Oleh karena itu yang sangat penting, aktivitas pengambilan galian C tutup terutama Kali Gendol. Kebijakan ini diambil untuk memininalisir jumlah korban jiwa ataupun korban materi lainnya. Ia tidak menginginkan para penambang dan armadanya menjadi korban.
"Karena kondisi sudah penuh, kalau ada APG lagi bisa lebih jauh," ucapnya.
Baca juga: Merapi Muntahkan Wedus Gembel, Warga Kalitengah Jogjakarta Mengungsi
Makwan menyebut, saat ini alur material Merapi masih melewati jalurnya, tidak menyebar karena sifat erupsi yang efusif. Namun kewaspadaan antisipasi di luar kebiasaan erupsi memang diperlukan untuk tindakan mitigasi.
Menurut Makwan, vukan hanya lokasi tambang, jalur menuju destinasi yang berada 5 Km dari puncak, seperti Bunker Kaliadem, Klangon sudah ditutup untuk keselamatan semua pihak. Penutupan tersebut belum ditentukan batas akhirnya.
"Kita lihat kondisi dan perkembangan Merapi seperti apa," tambahnya.
Oleh karena itu yang sangat penting, aktivitas pengambilan galian C tutup terutama Kali Gendol. Kebijakan ini diambil untuk memininalisir jumlah korban jiwa ataupun korban materi lainnya. Ia tidak menginginkan para penambang dan armadanya menjadi korban.
"Karena kondisi sudah penuh, kalau ada APG lagi bisa lebih jauh," ucapnya.
Baca juga: Merapi Muntahkan Wedus Gembel, Warga Kalitengah Jogjakarta Mengungsi
Makwan menyebut, saat ini alur material Merapi masih melewati jalurnya, tidak menyebar karena sifat erupsi yang efusif. Namun kewaspadaan antisipasi di luar kebiasaan erupsi memang diperlukan untuk tindakan mitigasi.
Menurut Makwan, vukan hanya lokasi tambang, jalur menuju destinasi yang berada 5 Km dari puncak, seperti Bunker Kaliadem, Klangon sudah ditutup untuk keselamatan semua pihak. Penutupan tersebut belum ditentukan batas akhirnya.
"Kita lihat kondisi dan perkembangan Merapi seperti apa," tambahnya.
Lihat Juga :