Kembali Datangi Wadas, Ganjar Komitmen Dampingi Warga
Kamis, 10 Maret 2022 - 11:24 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berdialog dengan warga Desa Wadas, Purworejo, Rabu (9/3/2022). Ganjar berkomitmen mendampingi warga, baik yang pro maupun kontra tambang batu andesit. Foto/Dok. SINDOnews
PURWOREJO - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kembali mengunjungi Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Rabu (9/3/2022). Ganjar berdialog dengan warga pro dan kontra tambang batu andesit untuk pembangunan Bendungan Bener .
Dalam pertemuan hampir 2 jam itu, Ganjar mendengarkan beragam alasan warga mendukung pembangunan Bendungan Bener dan merelakan tanahnya dibeli pemerintah. Di akhir dialog, warga meminta pembayaran ganti untung dipercepat. "Dipercepat, Pak... Kalau bisa sebelum Lebaran," ungkap mereka. Baca juga: Mengenal Harta Karun Tersembunyi di Desa Wadas, yang Kini sedang Viral
Ganjar pun berdialog dengan warga kontra penambangan batu andesit. Warga yang kontra tetap menolak menjual lahannya. Sejumlah alasan yang disampaikan, yakni takut pada dampak lingkungan, kekhawatiran kehilangan lahan pertanian, hingga tidak transparannya pelaksana kegiatan yakni Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak.
Salah seorang warga, Fahrur menyampaikan sakit hatinya karena dibohongi kepala desanya sendiri. Ia bercerita, kades setempat bisa menang pemilihan kepala desa karena menandatangani kontrak politik untuk menolak tambang.
Dalam pertemuan hampir 2 jam itu, Ganjar mendengarkan beragam alasan warga mendukung pembangunan Bendungan Bener dan merelakan tanahnya dibeli pemerintah. Di akhir dialog, warga meminta pembayaran ganti untung dipercepat. "Dipercepat, Pak... Kalau bisa sebelum Lebaran," ungkap mereka. Baca juga: Mengenal Harta Karun Tersembunyi di Desa Wadas, yang Kini sedang Viral
Ganjar pun berdialog dengan warga kontra penambangan batu andesit. Warga yang kontra tetap menolak menjual lahannya. Sejumlah alasan yang disampaikan, yakni takut pada dampak lingkungan, kekhawatiran kehilangan lahan pertanian, hingga tidak transparannya pelaksana kegiatan yakni Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak.
Salah seorang warga, Fahrur menyampaikan sakit hatinya karena dibohongi kepala desanya sendiri. Ia bercerita, kades setempat bisa menang pemilihan kepala desa karena menandatangani kontrak politik untuk menolak tambang.
Lihat Juga :