Kisah Jenderal Polisi Bawa Seribuan Pasukan Kepung Markas Ormas di Tanah Abang
Jum'at, 04 Maret 2022 - 06:13 WIB
Jenderal polisi alumni Polda Metro Jaya memiliki kisah-kisah menarik kala bertugas di Ibu Kota. Salah satunya kisah Irjen Pol Unggung Cahyono. Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
JAKARTA - Jenderal polisi alumni Polda Metro Jaya memiliki kisah-kisah menarik kala bertugas di Ibu Kota. Salah satunya kisah Irjen Pol Unggung Cahyono yang dengan berani mengepung markas ormas Front Pembela Islam (FPI).
Baca juga: Profil AKBP Roberto GM Pasaribu, Perwira Polisi Ahli Cyber Crime yang Tangkap Buronan FBI
Irjen Pol Unggung Cahyono adalah Kapolda Metro Jaya pertama di era Presiden Jokowi. Unggung Cahyono menjabat Kapolda Metro Jaya periode 2014-2015. Saat itu suhu politik Jakarta cukup tinggi jelang Pilpres 2014.
Jakarta sebagai ibu kota negara tentu dituntut agar tetap kondusif. Tanggung jawab keamanan Ibu Kota ada di pundaknya. Apalagi ketika Jokowi terpilih menjadi Presiden yang kala itu menjabat Gubernur DKI Jakarta, suhu politik di Ibu Kota kian memanas.
Penolakan terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk menduduki kursi DKI 1 cukup kencang. Adalah ormas FPI yang kala itu bersuara lantang menolak Ahok jadi Gubernur DKI Jakarta.
FPI terus melakukan demonstrasi untuk menjegal Ahok menjadi Gubernur DKI menggantikan Jokowi. Puncaknya, pada 3 Oktober 2014 atau tak lama jelang pelantikan Jokowi menjadi Presiden, FPI menggelar demonstrasi besar-besaran di Gedung DPRD DKI hingga Balai Kota. Demo FPI itu pun berakhir ricuh.
Baca juga: Petamburan III Markas FPI Dipenuhi Laskar Pembela Islam
Massa FPI tiba-tiba melempari baru ke arah gedung Balai Kota hingga memakan belasan korban, termasuk anggota polisi. Tak terima dengan aksi massa FPI tersebut, Polda Metro Jaya dipimpin langsung Irjen Pol Unggung Cahyono melakukan pengepungan di Balai Kota hingga markas FPI di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Dalam pengepungan itu Unggung Cahyono yang belum lama menjabat Kapolda Metro Jaya membawa seribuan anggota dari empat batalyon. Termasuk 60 motor dari Kesatuan Unit Reaksi Cepat (URC), Sabhara, dan Brimob. Dua unit Watercanon dan 3 unit kendaraan taktis Barracuda tutut diturunkan mengepung markas FPI. Dalam pengepungan itu, polisi menciduk puluhan orang.
Nama Irjen Pol Unggung Cahyono kala itu pun langsung mulai dikenal luas masyarakat Jakarta. Namanya ramai diperbincangkan karena FPI saat itu termasuk salah satu ormas yang cukup dikenal dan punya ribuan anggota dan simpatisan.
Unggung Cahyono yang berlatar belakang Brimob memang dikenal tegas dan tidak kenal kompromi. Di awal menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya, ia sudah bertekad memberantas premanisme di Jakarta, termasuk kelompok-kelompok yang berbuat onar.
Selama aktif di kepolisian, Unggung Cahyono termasuk salah satu perwira tinggi Polri yang kariernya moncer. Polisi lulusan Akpol 85 ini pernah mencicipi posisi-posisi penting di tubuh Polri.
Dilansir Wikipedia, Unggung Cahyono yang lahir di Ujung Pandang, Sulawesi Selatan, 9 April 1961 pernah menduduki jabatan Kapolda Jawa Timur. Sebelumnya ia menjabat Kapolda Kalimantan Barat.
Baca juga: Profil AKBP Roberto GM Pasaribu, Perwira Polisi Ahli Cyber Crime yang Tangkap Buronan FBI
Irjen Pol Unggung Cahyono adalah Kapolda Metro Jaya pertama di era Presiden Jokowi. Unggung Cahyono menjabat Kapolda Metro Jaya periode 2014-2015. Saat itu suhu politik Jakarta cukup tinggi jelang Pilpres 2014.
Jakarta sebagai ibu kota negara tentu dituntut agar tetap kondusif. Tanggung jawab keamanan Ibu Kota ada di pundaknya. Apalagi ketika Jokowi terpilih menjadi Presiden yang kala itu menjabat Gubernur DKI Jakarta, suhu politik di Ibu Kota kian memanas.
Penolakan terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk menduduki kursi DKI 1 cukup kencang. Adalah ormas FPI yang kala itu bersuara lantang menolak Ahok jadi Gubernur DKI Jakarta.
FPI terus melakukan demonstrasi untuk menjegal Ahok menjadi Gubernur DKI menggantikan Jokowi. Puncaknya, pada 3 Oktober 2014 atau tak lama jelang pelantikan Jokowi menjadi Presiden, FPI menggelar demonstrasi besar-besaran di Gedung DPRD DKI hingga Balai Kota. Demo FPI itu pun berakhir ricuh.
Baca juga: Petamburan III Markas FPI Dipenuhi Laskar Pembela Islam
Massa FPI tiba-tiba melempari baru ke arah gedung Balai Kota hingga memakan belasan korban, termasuk anggota polisi. Tak terima dengan aksi massa FPI tersebut, Polda Metro Jaya dipimpin langsung Irjen Pol Unggung Cahyono melakukan pengepungan di Balai Kota hingga markas FPI di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Dalam pengepungan itu Unggung Cahyono yang belum lama menjabat Kapolda Metro Jaya membawa seribuan anggota dari empat batalyon. Termasuk 60 motor dari Kesatuan Unit Reaksi Cepat (URC), Sabhara, dan Brimob. Dua unit Watercanon dan 3 unit kendaraan taktis Barracuda tutut diturunkan mengepung markas FPI. Dalam pengepungan itu, polisi menciduk puluhan orang.
Nama Irjen Pol Unggung Cahyono kala itu pun langsung mulai dikenal luas masyarakat Jakarta. Namanya ramai diperbincangkan karena FPI saat itu termasuk salah satu ormas yang cukup dikenal dan punya ribuan anggota dan simpatisan.
Unggung Cahyono yang berlatar belakang Brimob memang dikenal tegas dan tidak kenal kompromi. Di awal menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya, ia sudah bertekad memberantas premanisme di Jakarta, termasuk kelompok-kelompok yang berbuat onar.
Selama aktif di kepolisian, Unggung Cahyono termasuk salah satu perwira tinggi Polri yang kariernya moncer. Polisi lulusan Akpol 85 ini pernah mencicipi posisi-posisi penting di tubuh Polri.
Dilansir Wikipedia, Unggung Cahyono yang lahir di Ujung Pandang, Sulawesi Selatan, 9 April 1961 pernah menduduki jabatan Kapolda Jawa Timur. Sebelumnya ia menjabat Kapolda Kalimantan Barat.
Lihat Juga :