Harga Meroket, Pedagang Daging Sapi di Pasar Kramat Jati Mogok Jualan
Kamis, 24 Februari 2022 - 15:48 WIB
Aksi mogok jualan pedagang daging sapi rencananya tak hanya diikuti pedagang di wilah DKI Jakarta saja, melainkan wilayah penyangga seperti Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan Banten. Dalam aksi mogok tersebut pedagang meminta pemerintah supaya menurunkan harga daging sapi secepatnya.
”Karena sampai sekarang kita enggak tahu alasan kenapa harga daging tinggi. Kata pemerintah karena Covid-19, jadi distribusi terkendala segala macam. Ini naik sudah parah banget, hitungan hari,” ungkapnya. Baca juga: Demi Warteg dan Tukang Bakso, Ikappi Minta Jangan Semua Pedagang Daging Mogok Jualan
Randri menuturkan, normalnya harga daging sapi per kilogram Rp110 per kilogram, tapi kini harga daging sapi lokal Rp130 ribu per kilogram, dan daging impor Rp120-125 ribu per kilogram.
Kenaikan harga tersebut membuat para pedagang harus merogoh kocek lebih dalam untuk modal jualan. Hal itu lah yang membuat pedagang tak dapat meraih untung ketika harga daging sapi tak kunjung turun.
”Naiknya hitungan hari itu Rp1.000 sampai Rp1.500. Jadi enggak flat (tetap), tapi naik terus setiap hari. Sementara pembeli sepi, menurun drastis. Bagaimana kita enggak keberatan,” tuturnya.
”Karena sampai sekarang kita enggak tahu alasan kenapa harga daging tinggi. Kata pemerintah karena Covid-19, jadi distribusi terkendala segala macam. Ini naik sudah parah banget, hitungan hari,” ungkapnya. Baca juga: Demi Warteg dan Tukang Bakso, Ikappi Minta Jangan Semua Pedagang Daging Mogok Jualan
Randri menuturkan, normalnya harga daging sapi per kilogram Rp110 per kilogram, tapi kini harga daging sapi lokal Rp130 ribu per kilogram, dan daging impor Rp120-125 ribu per kilogram.
Kenaikan harga tersebut membuat para pedagang harus merogoh kocek lebih dalam untuk modal jualan. Hal itu lah yang membuat pedagang tak dapat meraih untung ketika harga daging sapi tak kunjung turun.
”Naiknya hitungan hari itu Rp1.000 sampai Rp1.500. Jadi enggak flat (tetap), tapi naik terus setiap hari. Sementara pembeli sepi, menurun drastis. Bagaimana kita enggak keberatan,” tuturnya.
(ams)
Lihat Juga :