5 Jenderal TNI AD Pernah Kerja Bareng Anies di Jakarta, Nomor 3 Eks Danjen Kopassus
Rabu, 16 Februari 2022 - 05:45 WIB
Dudung lahir di Bandung, Jawa Barat pada 16 November 1965. Dia menyelesaikan pendidikan dari SD sampai SMA di Kota Bandung (1972-1985). Setelah lulus SMA pada 1985, Dudung mendaftar Akabri Darat.
Dia lulusan Akmil 1988 dari kecabangan infanteri dengan menyandang pangkat letnan dua (letda). Di tahun yang sama, dia juga menjalani pendidikan Sesarcabif. Dia juga pernah digembleng di Diklapa-I, Diklapa-II, Seskoad, dan Lemhannas. Selain itu, Dudung menyandang gelar akademik Sarjana Ekonomi (SE) dan Magister Manajemen (MM).
Berdasarkan perjalanan kariernya, Dudung pernah menjabat Dandim 0406/Musi Rawas, Dandim 0418/Palembang, Aspers Kasdam VII/Wirabuana (2010-2011), Danrindam II/Sriwijaya (2011), dan Dandenma Mabes TNI.
Tak hanya itu, dia juga pernah menjabat Wagub Akmil (2015-2016), Staf Khusus Kasad (2016-2017), Waaster Kasad (2017-2018), Gubernur Akmil (2018-2020), dan Pangdam Jaya periode tahun 2020-2021.
Jenderal TNI Dudung Abdurachman.
5. Letjen TNI Mulyo Aji
Mayjen TNI Mulyo Aji dipercaya mengemban jabatan Pangdam Jaya untuk periode 2021-2022. Mulyo Aji menggantikan Mayjen TNI Dudung Abdurachman yang dipromosikan menjadi Pangkostrad.
Kepastian Mulyo menjabat Pangdam Jaya tertuang dalam Surat Keputusan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto Nomor Kep/435/V/2021 tanggal 25 Mei 2021.
Sebelum diangkat sebagai Pangdam Jaya, Mulyo menjabat Asisten Personel (Aspers) KSAD Andika. Mulyo merupakan alumni Akmil 1987, satu angkatan dengan Jenderal Andika. Mahir dalam infanteri dan tiga kali terjun dalam Operasi Timor Timur yakni 1989, 1990, serta 1992.
Nama Mulyo juga tercatat sebagai dosen di Seskoad. Beberapa kali ditugaskan ke luar negeri seperti Kolombia, Singapura, Belanda, Inggris, dan Kamboja. Jenderal kelahiran Surakarta, 28 Juli 1964 yang pernah mengenyam pendidikan Suslapa I dan II Infantri, Seskoad dan Sesko TNI terkenal tegas.
Khususnya dalam membentuk mental prajurit AD, dia tidak senang dengan prajurit yang tidak memiliki mental dalam membangun kekuatan teritorialnya. Namun, dia juga tidak suka prajurit yang membangun kekuatan teritorialnya dengan melupakan aspek kultur masyarakat setempat.
Dalam karier militernya, Mulyo pernah menjabat antara lain Dandim 0824/Jember, Danrindam Iskandar Muda, dan Danrem 074/Warastratama.
Sebelum diangkat sebagai Aspers KSAD, Mulyo menjabat sebagai Kadislitbangad, Irben Itjenad, dan Irdam III/Siliwangi.
Kini, Letjen TNI Mulyo Aji menjabat Sekretaris Kemenko Polhukam menggantikan Letjen Tri Soewandono yang memasuki masa purna tugas.
Letjen TNI Mulyo Aji dilantik menjadi Sekretaris Kemenko Polhukam.
Dia lulusan Akmil 1988 dari kecabangan infanteri dengan menyandang pangkat letnan dua (letda). Di tahun yang sama, dia juga menjalani pendidikan Sesarcabif. Dia juga pernah digembleng di Diklapa-I, Diklapa-II, Seskoad, dan Lemhannas. Selain itu, Dudung menyandang gelar akademik Sarjana Ekonomi (SE) dan Magister Manajemen (MM).
Berdasarkan perjalanan kariernya, Dudung pernah menjabat Dandim 0406/Musi Rawas, Dandim 0418/Palembang, Aspers Kasdam VII/Wirabuana (2010-2011), Danrindam II/Sriwijaya (2011), dan Dandenma Mabes TNI.
Tak hanya itu, dia juga pernah menjabat Wagub Akmil (2015-2016), Staf Khusus Kasad (2016-2017), Waaster Kasad (2017-2018), Gubernur Akmil (2018-2020), dan Pangdam Jaya periode tahun 2020-2021.
Jenderal TNI Dudung Abdurachman.
5. Letjen TNI Mulyo Aji
Mayjen TNI Mulyo Aji dipercaya mengemban jabatan Pangdam Jaya untuk periode 2021-2022. Mulyo Aji menggantikan Mayjen TNI Dudung Abdurachman yang dipromosikan menjadi Pangkostrad.
Kepastian Mulyo menjabat Pangdam Jaya tertuang dalam Surat Keputusan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto Nomor Kep/435/V/2021 tanggal 25 Mei 2021.
Sebelum diangkat sebagai Pangdam Jaya, Mulyo menjabat Asisten Personel (Aspers) KSAD Andika. Mulyo merupakan alumni Akmil 1987, satu angkatan dengan Jenderal Andika. Mahir dalam infanteri dan tiga kali terjun dalam Operasi Timor Timur yakni 1989, 1990, serta 1992.
Nama Mulyo juga tercatat sebagai dosen di Seskoad. Beberapa kali ditugaskan ke luar negeri seperti Kolombia, Singapura, Belanda, Inggris, dan Kamboja. Jenderal kelahiran Surakarta, 28 Juli 1964 yang pernah mengenyam pendidikan Suslapa I dan II Infantri, Seskoad dan Sesko TNI terkenal tegas.
Khususnya dalam membentuk mental prajurit AD, dia tidak senang dengan prajurit yang tidak memiliki mental dalam membangun kekuatan teritorialnya. Namun, dia juga tidak suka prajurit yang membangun kekuatan teritorialnya dengan melupakan aspek kultur masyarakat setempat.
Dalam karier militernya, Mulyo pernah menjabat antara lain Dandim 0824/Jember, Danrindam Iskandar Muda, dan Danrem 074/Warastratama.
Sebelum diangkat sebagai Aspers KSAD, Mulyo menjabat sebagai Kadislitbangad, Irben Itjenad, dan Irdam III/Siliwangi.
Kini, Letjen TNI Mulyo Aji menjabat Sekretaris Kemenko Polhukam menggantikan Letjen Tri Soewandono yang memasuki masa purna tugas.
Letjen TNI Mulyo Aji dilantik menjadi Sekretaris Kemenko Polhukam.
(jon)
Lihat Juga :