Sanjaya Raja Pertama Mataram Kuno yang Miliki Hubungan dengan Sunda
Selasa, 08 Februari 2022 - 08:51 WIB
Baca juga: Gubernur Khofifah Ungkap Dugaan Penyebab Kelangkaan Minyak Goreng di Jawa Timur
Kisah hidup Sanjaya secara panjang lebar terdapat salam Carita Parahyangan yang baru ditulis ratusan tahun setelah kematiannya, yaitu sekitar abad ke-16. Dari latar belakang inilah Kerajaan Medang atau Mataram Kuno berdiri.
Sanjaya yang menikah putri Raja Dewasingha di Kalingga selatan bernama Putri Sudiwara. Dari dua pernikahan itu, Sanjaya memiliki dua putra yaitu Rakreyan Panaraban atau yang sering disebut Tamperan Barmawijaya. Sementara dari pernikahannnya dengan Sudiwara, lahirlah Rakai Pikatan.
Di bawah pimpinan Raja Sanjaya sejumlah peninggalan candi didirikan oleh raja pertama Kerajaan Mataram Kuno ini. Beberapa candi seperti Candi Cangkuang yang berada di sekitar Gunung Haruman Jawa Barat, Candi - Candi Siwa di Dieng, Candi Gedong Songo, Candi Badut.
Sayang tak banyak catatan tentang pemerintahan Sanjaya kendati sudah ada Prasasti Canggal di tahun 732 Masehi. Bahkan naskah kuno Carita Prahyangan yang menulis Sanjaya, juga tak menyebut secara detail mengenai sosok Sanjaya.
Kisah hidup Sanjaya secara panjang lebar terdapat salam Carita Parahyangan yang baru ditulis ratusan tahun setelah kematiannya, yaitu sekitar abad ke-16. Dari latar belakang inilah Kerajaan Medang atau Mataram Kuno berdiri.
Sanjaya yang menikah putri Raja Dewasingha di Kalingga selatan bernama Putri Sudiwara. Dari dua pernikahan itu, Sanjaya memiliki dua putra yaitu Rakreyan Panaraban atau yang sering disebut Tamperan Barmawijaya. Sementara dari pernikahannnya dengan Sudiwara, lahirlah Rakai Pikatan.
Di bawah pimpinan Raja Sanjaya sejumlah peninggalan candi didirikan oleh raja pertama Kerajaan Mataram Kuno ini. Beberapa candi seperti Candi Cangkuang yang berada di sekitar Gunung Haruman Jawa Barat, Candi - Candi Siwa di Dieng, Candi Gedong Songo, Candi Badut.
Sayang tak banyak catatan tentang pemerintahan Sanjaya kendati sudah ada Prasasti Canggal di tahun 732 Masehi. Bahkan naskah kuno Carita Prahyangan yang menulis Sanjaya, juga tak menyebut secara detail mengenai sosok Sanjaya.
(msd)
Lihat Juga :