Pengakuan Pemain Sepak Bola di Palmerah, Gunakan Sabu Buat Doping Lari Kenceng
Senin, 07 Februari 2022 - 07:53 WIB
Polsek Palmerah mengamankan pemain sepak bola yang kedapatan menggunakan sabu di Kampung Boncos, Jakarta Barat. Foto/MPI/Dimas Choirul
JAKARTA - Masardi (41), pelaku pengguna narkoba yang diamankan polisi di Kampung Boncos, Palmerah, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu ternyata adalah seorang pemain sepak bola di kampungnya.
Ia mengaku mengonsumsi sabu untuk menjaga stamina. ”Main bola lapangan besar. Enggak cuma tarkam (antar kampung) doang. Ini kan saya punya klub temen di sana saya diajak main buat ke Ciamis,” kata Masardi kepada wartawan, Senin (7/2/2022).
Masardi menceritakan, saat itu dirinya berencana untuk melakoni pertandingan sepak bola di Ciamis. Namun, sebelum berangkat bersama rombongannya, dia mampir terlebih dahulu ke Kampung Boncos untuk membeli sabu. Baca juga: Profil AKBP Putu Kholis, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Pengungkap Kasus TPPU Sabu Lintas Negara Rp14,8 Miliar
Ia mengaku membeli paket sabu seharga Rp100 ribu. Adapun alasannya memakai sabu untuk menjaga stamina saat bermain. “Kalau ibaratnya engga bisa pakai gituan, ya bakalan engga ada stamina lah, kurang lah. Tapi kalau pakai itu ya gesit (lari) kenceng,” ungkapnya.
Pria yang sehari-hari bekerja sebagai kurir paket ini mengaku hanya sekedar hobi bermain sepak bola. Karena dianggap bagus oleh temannya, ia acap kali direkrut oleh sejumlah tim untuk bermain turnamen antarkampung.
”Saya main bola dimana aja. Di Jatibening saya main, karena mereka lihat saya bagus. Saya Wing Back belakang naik turun sampai ke atas. (Sabu) doping istilahnya,” paparnya. Baca juga: Acak-acak Kampung Boncos, Polisi Amankan Pecandu dan 5 Paket Sabu
Ia mengaku mengonsumsi sabu untuk menjaga stamina. ”Main bola lapangan besar. Enggak cuma tarkam (antar kampung) doang. Ini kan saya punya klub temen di sana saya diajak main buat ke Ciamis,” kata Masardi kepada wartawan, Senin (7/2/2022).
Masardi menceritakan, saat itu dirinya berencana untuk melakoni pertandingan sepak bola di Ciamis. Namun, sebelum berangkat bersama rombongannya, dia mampir terlebih dahulu ke Kampung Boncos untuk membeli sabu. Baca juga: Profil AKBP Putu Kholis, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Pengungkap Kasus TPPU Sabu Lintas Negara Rp14,8 Miliar
Ia mengaku membeli paket sabu seharga Rp100 ribu. Adapun alasannya memakai sabu untuk menjaga stamina saat bermain. “Kalau ibaratnya engga bisa pakai gituan, ya bakalan engga ada stamina lah, kurang lah. Tapi kalau pakai itu ya gesit (lari) kenceng,” ungkapnya.
Pria yang sehari-hari bekerja sebagai kurir paket ini mengaku hanya sekedar hobi bermain sepak bola. Karena dianggap bagus oleh temannya, ia acap kali direkrut oleh sejumlah tim untuk bermain turnamen antarkampung.
”Saya main bola dimana aja. Di Jatibening saya main, karena mereka lihat saya bagus. Saya Wing Back belakang naik turun sampai ke atas. (Sabu) doping istilahnya,” paparnya. Baca juga: Acak-acak Kampung Boncos, Polisi Amankan Pecandu dan 5 Paket Sabu