Keracunan Daun Singkong, Puluhan Warga Grobogan Dilarikan Rumah Sakit
Jum'at, 12 Juni 2020 - 16:50 WIB
Sebanyak 40 warga Desa Getasrejo, Kecamatan/Kabupaten Grobogan mengalami keracunan massal setelah menyantap makanan hajatan dari tetangga. Sebanyak 23 di antaranya dilarikan ke rumah sakit. FOTO/iNews/RUSTAMAN NUSANTARA
GROBOGAN - Sebanyak 40 warga Desa Getasrejo, Kecamatan/ Kabupaten Grobogan mengalami keracunan massal setelah menyantap makanan hajatan dari tetangga. Dari jumlah itu, 23 di antaranya harus dilarikan kerumah sakit karena mengalami mual dan muntah selama tiga hari berturut-turut.
Puluhan warga keracunan makanan dilarikan ke beberapa rumah sakit di Grobogan pada Kamis (11/6/2020) malam karena mengalami pusing, mual, dan muntah. Diduga hal itu dipicu makanan kenduri berupa nasi, tempe yang dicampur dengan sayuran dari daun singkong dari tetangga yang mempunyai hajat.
Reaksi mual, pusing, dan muntah muncul setelah 24 jam dari mereka menyantap makanan hajatan. Awalnya warga tidak menghiraukan kondisi tersebut karena dianggap sakit biasa dan hanya diobati dengan obat warung. Namun dua hari berturut-turut, puluhan warga mulai berjatuhan dengan mengalami gejala yang sama secara bersamaan.(Baca juga: Budi Hartono Bertahan Bersama Istri dan 10 Anak di Rumah Hampir Roboh )
"Saya sempat merasa mual dan muntah, tapi tidak berpikir mengalami keracunan , sehingga saya dibiarkan begitu saja," Kata Syafa, warga Getasrejo, Jumat (12/6/2020).
Sebanyak 15 orang masuk Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Islam Purwodari, Grobogan. Dari jumlah itu, 13 di antaranya kini sudah diperbolehkan pulang, tapi dua warga lain yang kondisinya masih terus merasa mual dan muntah masih dalam penanganan medis.
Kasi Pelayanan Rumah Sakit Islam Purwodadi, Grobogan, dr Krisna menjelaskan bahwa dua pasien tersebut belum diperbolehkan pulang karena kondisinya belum membaik dan akan dilakukan pemeriksaan lebih intesif.
Puluhan warga keracunan makanan dilarikan ke beberapa rumah sakit di Grobogan pada Kamis (11/6/2020) malam karena mengalami pusing, mual, dan muntah. Diduga hal itu dipicu makanan kenduri berupa nasi, tempe yang dicampur dengan sayuran dari daun singkong dari tetangga yang mempunyai hajat.
Reaksi mual, pusing, dan muntah muncul setelah 24 jam dari mereka menyantap makanan hajatan. Awalnya warga tidak menghiraukan kondisi tersebut karena dianggap sakit biasa dan hanya diobati dengan obat warung. Namun dua hari berturut-turut, puluhan warga mulai berjatuhan dengan mengalami gejala yang sama secara bersamaan.(Baca juga: Budi Hartono Bertahan Bersama Istri dan 10 Anak di Rumah Hampir Roboh )
"Saya sempat merasa mual dan muntah, tapi tidak berpikir mengalami keracunan , sehingga saya dibiarkan begitu saja," Kata Syafa, warga Getasrejo, Jumat (12/6/2020).
Sebanyak 15 orang masuk Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Islam Purwodari, Grobogan. Dari jumlah itu, 13 di antaranya kini sudah diperbolehkan pulang, tapi dua warga lain yang kondisinya masih terus merasa mual dan muntah masih dalam penanganan medis.
Kasi Pelayanan Rumah Sakit Islam Purwodadi, Grobogan, dr Krisna menjelaskan bahwa dua pasien tersebut belum diperbolehkan pulang karena kondisinya belum membaik dan akan dilakukan pemeriksaan lebih intesif.
Lihat Juga :