Petugas Medis Diusir di Pasar Cileungsi, Bupati: Kita Beri 2 Pilihan, Tes atau Tutup
Jum'at, 12 Juni 2020 - 15:14 WIB
"Mereka di sana beralasan ada yang positif membuat pasarnya jadi sepi, mereka khawatir kehilangan pembeli kalau ada positif lagi. Padahal jika mereka paham rapid dan swab test itu mahal. Tapi ini kita kasih gratis, karena kita peduli, eh malah ditolak," tandasnya.
Namun demikian, pihaknya menganggap pedagang membutuhkan edukasi dan sosialisasi terkait Covid-19 ini. Sebab klaster Pasar Cileungsi ini jumlah kasus positinya sangat besar.
"Di sini harus dijelaskan bahwa pasar itu sangat besar positif Covid-19, sehingga harus menerapkan protokol kesehatan, baik wajib masker, cuci tangan dan jaga jarak. Itu sudah disediakan pihak pasar. Kemudian yang tidak pakai masker, baik pedagang maupun pembeli, tidak boleh masuk," tukasnya.
Namun demikian, pihaknya menganggap pedagang membutuhkan edukasi dan sosialisasi terkait Covid-19 ini. Sebab klaster Pasar Cileungsi ini jumlah kasus positinya sangat besar.
"Di sini harus dijelaskan bahwa pasar itu sangat besar positif Covid-19, sehingga harus menerapkan protokol kesehatan, baik wajib masker, cuci tangan dan jaga jarak. Itu sudah disediakan pihak pasar. Kemudian yang tidak pakai masker, baik pedagang maupun pembeli, tidak boleh masuk," tukasnya.
(thm)
Lihat Juga :