Kisah Sedih Pria Penjual Pupuk, Diteror Debt Collector Usai Pikap Dicuri

Senin, 31 Januari 2022 - 16:35 WIB
"Mereka ajak saya ke kantor cabangnya, sampai sana diintimidasi dalam ruangan sempit. Mereka bilang sudah kerja (nagih), dan minta biaya penanganan. Mereka marah-marah ancam mau mukul, saya tetap enggak mau ngasih, terus dia ngancam bilang mau bunuh saya sekalian," ungkapnya.

Menurut HN, kasus pengerahan debt collector itu muncul lantaran ada pengurusan asuransi kehilangan yang tak tuntas dijalani pihak leasing. Belakangan HN mengetahui bahwa proses asuransi bisa segera dicairkan, hanya saja total tagihan yang diminta leasing nilainya sangat besar.

"Nilai utang tanggungan saya malah lebih besar dari nilai pencairan asuransi. Jadi kalaupun turun dana asuransinya, tetap enggak nutupin utangnya. Saya cek, ternyata utang tanggungannya besar karena ada banyak biaya enggak jelas seperti biaya penarikan mobil dan lain-lain. Itu kan enggak masuk akal, karena mobil saya ini hilang dicuri masa ada biaya penarikan," bebernya lagi.

Atas kejadian itu, HN mengadu ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Tangerang. Dia berharap, kasus itu bisa diselesaikan secara terang benderang sehingga tidak merugikan konsumen secara materil dan non materil. "Saya ingin masalah ini cepat selesai dengan rasa keadilan, makanya saya mengadu ke BPSK," ucapnya.
(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!