Kisah Sedih Pria Penjual Pupuk, Diteror Debt Collector Usai Pikap Dicuri

Senin, 31 Januari 2022 - 16:35 WIB
HN (masker putih) didampingi paguyuban dan kuasa hukum mengadu ke BPSK Kabupaten Tangerang.Foto/Hambali/MPI
TANGERANG SELATAN - Seorang penjual pupuk organik berinisial HN (50) menjadi korban teror dan intimidasi dari sekelompok debt collector . Hal itu terjadi setelah mobil pikap Suzuki Carry miliknya raib dibawa lari pencuri .

Mobil pikap itu dimiliki HN dengan cara kredit. Saat kejadian, status angsurannya sudah dibayarkan sebanyak 40 kali dari total 57 bulan. Sehari-hari pikap tersebut digunakan untuk mengantar pesanan pupuk ke berbagai lokasi.



HN menceritakan, saat mengetahui pikapnya dicuri dia langsung bergegas membuat laporan polisi di Polsek Legok, Kabupaten Tangerang. Komunikasi dengan pihak leasing juga dilakukan agar cicilannya bisa disetop sambil menunggu pencairan asuransi.

Namun ternyata, sejumlah debt collector mendatangi kediamannya di wilayah Legok. Mereka berdalih menagih cicilan kredit mobil pikap yang statusnya sudah hilang dicuri. Perdebatan pun terjadi, para penagih utang tak mau tahu dan meminta HN tetap menyetor seluruh cicilan Rp2,6 juta per bulan.

"Saya tanya mobil apa yang ditagih? mobil saya kan hilang dicuri. Debt collector ini tidak mau tahu, mereka juga minta biaya operasional dan penanganan. Saya protes, mereka tetap ngotot," tutur HN, Senin (31/01/22).

Dilanjutkan HN, intimidasi oleh kelompok debt collector itu berlanjut saat dia mendatangi kantor cabang leasingnya di daerah Gading Serpong. Di sana, HN mengaku dimasukkan ke dalam ruangan kecil untuk diinterogasi. Baca: Gelapkan Uang Rp5,7 Miliar, Mama Muda di Bogor Ditangkap
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!