Gerakan Percepatan Tanam Padi, Antipasi Krisis Pangan Pasca Pandemi
Jum'at, 12 Juni 2020 - 08:47 WIB
Gerakan Percepatan Tanam Padi, Antipasi Krisis Pangan Pasca Pandemi. Foto/iNewsTV/Asfi Manar
SURABAYA - Krisis pangan berpotensi mengancam pasca pandemi COVID-19. Tidak hanya karena daya beli masyarakat menurun, namun juga berbagai aktivitas ekonomi, menjadi terbatas.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur akan memperkuat basis produksi gabahnya terutama pada musim kemarau yang akan datang. (Baca juga: Gubernur Jatim Percepat Tanam Padi di Tulungagung, Ada Apa? )
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, Hadi Sulistyo, di desa Kuniran Kecamatan Sine, Ngawi, dalam rangkaian lawatan program Gerakan Percepatan Tanam Padi, Kamis (11/6/2020).
"Atas instruksi bapak Presiden kepada seluruh Gubernur, maka ibu Khofifah memerintahkan kepada kami untuk memastikan pelaksanaan gerakan percepatan penanaman padi ini," kata Hadi.
Hadi juga menjelaskan keberhasilan gerakan percepatanan tanam padi ini diharapkan bisa mengamankan stok pangan nasional pasca pandemi.
"Saat ini, 17% dari ketersediaan beras nasional merupakan kontribusi dari Jawa Timur. Bahkan 16 provinsi di Indonesia memiliki prosetasi signifikan kebutuhan beras dari Jawa Timur, terutama Indonesia bagian timur," kata Hadi.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur akan memperkuat basis produksi gabahnya terutama pada musim kemarau yang akan datang. (Baca juga: Gubernur Jatim Percepat Tanam Padi di Tulungagung, Ada Apa? )
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, Hadi Sulistyo, di desa Kuniran Kecamatan Sine, Ngawi, dalam rangkaian lawatan program Gerakan Percepatan Tanam Padi, Kamis (11/6/2020).
"Atas instruksi bapak Presiden kepada seluruh Gubernur, maka ibu Khofifah memerintahkan kepada kami untuk memastikan pelaksanaan gerakan percepatan penanaman padi ini," kata Hadi.
Hadi juga menjelaskan keberhasilan gerakan percepatanan tanam padi ini diharapkan bisa mengamankan stok pangan nasional pasca pandemi.
"Saat ini, 17% dari ketersediaan beras nasional merupakan kontribusi dari Jawa Timur. Bahkan 16 provinsi di Indonesia memiliki prosetasi signifikan kebutuhan beras dari Jawa Timur, terutama Indonesia bagian timur," kata Hadi.
Lihat Juga :