Cegah Pasien Karantina Kabur, Kantor BPSDM Sultra Dipagari
Kamis, 11 Juni 2020 - 08:55 WIB
"Pagar adalah wujud antisipasi kami. Ini kan daerah pemukiman dan jangan sampai ini kan kita liat banyak sekarang ini pasien kabur, pasien lari. Nah kalau dia lari sementara daerah perkampungan, bisa dia pergi beli minum-minum kopi di warung-warung di situ. Kita tidak tau dia lagi dalam keadaan karantina bisa menular, makanya kita pagar" ujar Nur Endang di Kendari, Rabu (10/6/2020)
Selain itu, dalam Dokumen Penggunaan Anggaran (DPA) refocusing COVID-19 di BPSDM Sultra, anggaran penanganan COVID-19 ini juga digunakan untuk rehabilitasi 96 kamar pada tiga gedung yang akan digunakan tempat karantina ODP, PDP dan OTG.
Pembangunan guest house, rumah singgah petugas medis senilai Rp550 juta, pembangunan gudang Rp250 juta, paving block jalan masuk antar asrama Rp314,49 juta dan rehabilitasi musala.
Berdasarkan rincian penggunaan realokasi refocusing APBD tahun 2020, yang disampaikan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemprov Sultra, Isma pada Jumat, 5 Juni 2020, BPSDM Sultra mendapat alokasi anggaran refocusing untuk belanja program Rp1,17 miliar dan Belanja Tak Terduga (BTT) Rp5.329.159.000.
Selain itu, dalam Dokumen Penggunaan Anggaran (DPA) refocusing COVID-19 di BPSDM Sultra, anggaran penanganan COVID-19 ini juga digunakan untuk rehabilitasi 96 kamar pada tiga gedung yang akan digunakan tempat karantina ODP, PDP dan OTG.
Pembangunan guest house, rumah singgah petugas medis senilai Rp550 juta, pembangunan gudang Rp250 juta, paving block jalan masuk antar asrama Rp314,49 juta dan rehabilitasi musala.
Berdasarkan rincian penggunaan realokasi refocusing APBD tahun 2020, yang disampaikan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemprov Sultra, Isma pada Jumat, 5 Juni 2020, BPSDM Sultra mendapat alokasi anggaran refocusing untuk belanja program Rp1,17 miliar dan Belanja Tak Terduga (BTT) Rp5.329.159.000.
(shf)
Lihat Juga :