Tanggul Fase A Gagal Terbangun, Banjir Rob Ancam Tenggelamkan Kawasan Jakarta Utara
Kamis, 11 Juni 2020 - 07:43 WIB
Banjir rob menggenangi ruas jalan menuju Kawasan Pantai Mutiara, Jakarta Utara, beberapa hari lalu. Foto: SINDOnews/Dok
JAKARTA - Kawasan Jakarta Utaran terancam tenggelam. Akhir pekan lalu sejumlah kawasan, seperti Perumahan Pantai Mutiara dan Pelabuhan Sunda Kelapa, terendam banjir rob yang cukup tinggi.
Buruknya drainase, rembesan tanggul, dan terbengkalainya rencana pembangunan tanggul fase A oleh Pemprov DKI Jakarta dinilai sebagai penyebabnya. Sehingga, ketika terjadi pasang air laut, air langsung masuk ke pemukiman dan pelabuhan.
Selama Kamis hingga Sabtu pekan lalu, yang bertepatan dengan Bulan Purnama, banjir rob paling parah terjadi di malam hari. Namun di sejumlah wilayah pemukiman, air juga tidak surut lantaran debit air dari laut yang terus menggalir. (Baca juga: Tanggul Laut Jebol, Ratusan Rumah Mewah di Pantai Mutiara Terendam)
Ahli Tata Kota Universitas Trisakti Yayat Supriatna mengatakan, banjir rob yang menggenangi sejumlah kawasan di Jakarta Utara menandakan bahwa posisi tanah di lokasi itu sudah semakin rendah daripada lautan. Jika kondisi itu terus dibiarkan, maka kawasan Jakarta Utara akan semakin cepat tenggelam.
"Sebenarnya kan sudah ada rencana untuk membangun tanggul fase A untuk mengatasi ancaman rob dan penurunan muka tanah di Jakarta Utara. Selama itu belum dijalankan, tentu akan sulit menahan banjir. Karena sifat air itu mencari celah, mencari ruang. Kalau tidak ada tanggul, maka air itu akan melimpas,” kata Yayat saat dihubungi wartawan di Jakarta.
Buruknya drainase, rembesan tanggul, dan terbengkalainya rencana pembangunan tanggul fase A oleh Pemprov DKI Jakarta dinilai sebagai penyebabnya. Sehingga, ketika terjadi pasang air laut, air langsung masuk ke pemukiman dan pelabuhan.
Selama Kamis hingga Sabtu pekan lalu, yang bertepatan dengan Bulan Purnama, banjir rob paling parah terjadi di malam hari. Namun di sejumlah wilayah pemukiman, air juga tidak surut lantaran debit air dari laut yang terus menggalir. (Baca juga: Tanggul Laut Jebol, Ratusan Rumah Mewah di Pantai Mutiara Terendam)
Ahli Tata Kota Universitas Trisakti Yayat Supriatna mengatakan, banjir rob yang menggenangi sejumlah kawasan di Jakarta Utara menandakan bahwa posisi tanah di lokasi itu sudah semakin rendah daripada lautan. Jika kondisi itu terus dibiarkan, maka kawasan Jakarta Utara akan semakin cepat tenggelam.
"Sebenarnya kan sudah ada rencana untuk membangun tanggul fase A untuk mengatasi ancaman rob dan penurunan muka tanah di Jakarta Utara. Selama itu belum dijalankan, tentu akan sulit menahan banjir. Karena sifat air itu mencari celah, mencari ruang. Kalau tidak ada tanggul, maka air itu akan melimpas,” kata Yayat saat dihubungi wartawan di Jakarta.
Lihat Juga :